Sebelum Diwisuda, 394 Mahasiswa Umri Jalani Baitul Arqam

  • Jumat, 07 Juni 2024 - 18:08:19 WIB | Di Baca : 223 Kali

 

Seriau,- Sebanyak 394 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menjalani Baitul Arqam Pembekalan Purna Studi. Kegiatan Baitul Arqam ini dimulai tanggal 7 hingga 8 Juni di kampus utama UMRI.

Rektor UMRI, Dr Saidul Amin MA saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa baitul arqam adalah pelatihan terakhir yang dilalui mahasiswa sebelum meninggalkan kampus.

Walaupun dalam kehidupan bermuhammadiyah tidak ada istilah bekas mahasiswa UMRI, tapi alumni levelnya sudah menjadi kader Muhammadiyah dimanapun berada.

Acara ini sangat penting menyatukan persepsi tentang Muhammadiyah."  Yang lebih penting adalah menyatukan cara ibadah kita sesuai dengan Muhammadiyah," kata Rektor dihadapan peserta

Rektor juga meminta kepada ketua Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK) UMRI membuka bengkel baca Quran di kampus. Sehingga ke depannya diketahui siapa yang lulus baca Quran, siapa yang masih intermediate dan siapa yang masih tergolong basic.

Kedua, bisa menyelenggarakan jenazah. Sementara bagi yang laki-laki, ketika mereka pulang kampung, bisa berkhutbah saat khatib berhalangan. Inilah yang membedakan mereka dengan alumni universitas lain.

Ditambahkan dia, UMRI sudah berumur 16 tahun. Ada 172 PTMA di Indonesia yang di antaranya hanya 15 yang memiliki Fakultas Kedokteran. "Kita adalah bagian yang 15 itu," paparnya.

Bisanya UMRI memiliki Fakultas Kedokteran bukan karena rektor, wakil rektor dan dekan yang hebat. Tapi itu bisa tercapai berkat kerjasama." Oleh karena itu, atas bantuan mahasiswa agar UMRI lebih baik, izinkan saya mengucapkan terima kasih," kata rektor.

Diterangkan dia, dalam milad tahun ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Di antaranya, meresmikan pintu gerbang kampus. Pintu gerbang itu dibiayai dana coorporate social responsibilities sebesar Rp 10 miliar. Nanti, pintu gerbang akan dihiasi taman tempat membaca buku dan berdiskusi.

Gerbang berwarna kuning untuk melambangkan kapal legenda Melayu yaitu Lancang kUning. Lancang kuning adalah kapal yang dibuat orang Riau untuk mampu menghadapi gelombang, badai, topan dan lain-lain." Sehebat apapun topan melanda, Lancang Kuning terus berlayar menuju pulau cita-cita," paparnya.

Makna gerbang ini adalah, alumni harus punya mental Lancang kuning. Punya mental kokoh, jiwa yang hebat dan mampu mengarungi badai kehidupan. Sehebat apapun cabaran kehidupan, alumni UMRI harus bisa mencapai pulau cita-cita.

"Alumni UMRI harus punya mental pemenang bukan pecundang. Itulah yang membedakan alumni UMRI dengan perguruan tinggi lainnya," ungkap Rektor.

Ketua Panitia, Afdhal menyampaikan bahwa Baitul Arqam kali ini diikuti 394 peserta. Terdiri dari 202 perempuan dan 192 orang laki-laki. Dalam dua hari ke depan, seluruh mahasiswa bakal diinapkan di lingkungan kampus.

Peserta akan ditangani oleh instruktur yang hebat dari Majelis Pendidikan Kader dan Sumberdaya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Selama Baitul Arqam, peserta diharap mengalami peningkatan spiritualitas. Mereka akan ditertibkan salat berjamaah, salat tahajud dengan harapan ini menjadi kebiasaan ketika pulang ke rumah masing-masing.

Ada juga beberapa bekal keilmuan yang bermanfaat ketika mereka sudah diwisuda dan masuk ke dunia kerja. Misalnya kemampuan tentang personal branding, peluang beasiswa dan lanjut studi, qiyamul lail, fathul qulub, etika dan komunikasi, how to be entrepreneur dan sebagainya (zal)

 





Berita Terkait

Tulis Komentar