Jalan Sehat Semarak Bulan Merdeka Belajar Diikuti Ratusan Orang

  • Ahad, 02 Juni 2024 - 16:11:34 WIB | Di Baca : 720 Kali

 

Seriau,- Ratusan orang memeriahkan Semarak Bulan Merdeka Belajar yang dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Riau, Minggu (2/6/). Kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Riau.

Tiga UPT tersebut adalah Balai Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Bahasa dan Balai Guru Penggerak (BGP). Kolaborasi ini juga didukung oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau dengan Disdik 12 kabupaten/kota.

Kepala BPMP Provinsi Riau, Dr Nilam Suri menyebut, kegiatan ini adalah rangkaian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dimana, ada 600 orang yang diundang dalam kegiatan jalan sehat mulai dari pegawai BPMP Riau, BGP Riau, Balai Bahasa Riau, Pegawai Disdik Riau, perwakilan Disdik Kabupaten/ Kota, satuan pendidikan, guru dan siswa

Semarak Bulan Merdeka Belajar juga diisi dengan kegiatan gelar wicara, permainan rakyat, olahraga tradisional sesuai standar Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. Kemudian ada jalan sehat dan sarapan sehat. Ada juga senam sekolah sehat dan apresiasi peserta Festival Kurikulum Merdeka dan penyerahan hadiah.

" Kegiatan ini perlu kolaborasi untuk melanjutkan program Merdeka Belajar. Semua harus terus bergerak. Penguatan ekosistem pendidikan perlu dilakukan baik itu Disdik Riau, Dinas Pendidikan Kabupaten Kota dan instansi terkait," kata Dr Nilam Suri.

Selain Kurikulum Merdeka, BPMP Riau terus mengkampanyekan Gerakan Sekolah Sehat. Dimana, Sekolah Sehat tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya." Tahun ini akan dikampanyekan Sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa dan sehat lingkungan," kata Nilam.

Sementara, Plt Kepala Disdik Riau, Roni Rakhmat yang hadir mewakili Pj Gubernur Riau mendukung rangkaian kegiatan Semarak Bulan Merdeka Belajar yang digelar oleh BPMP Riau, BGP Riau dan Balai Bahasa Provinsi Riau.

Kurikulum Merdeka saat ini sudah dijalan hampir seluruh sekolah. Program ini salah satu untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan baik itu kualitas siswa dan guru." Semua ini muaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Roni.

Roni berharap dengan adanya Semarak Bulan Merdeka Belajar bisa mensosialisasikan Gerakan Merdeka Belajar. Namanya, sosialisasi, tentu tak serta merta dengan mudah diselaraskan dengan pola pikir yang sudah tertanam dengan pola belajar yang lama.

Pola transformasi ini harus terus diterpakan. Apa yang sudah direncanakan Kemendikbud tentu berdasarkan telaah yang sudah mendalam. Melihat perkembangan dunia agar anak-anak mampu mengimbangi perkembangan zaman.

" Kita patut mendorong usaha ini bersama. Tidak hanya pada anak tapi juga pelaku pendidikan harus berpikir yang sama agar menyesuaikan diri dengan zaman sekarang," tuturnya.

Indonesia sudah didominasi generasi milenial, generasi Z dan generasi Alpha." Untuk itu, kita harus menyesuaikan diri dalam memberikan pesan dan ilmu," katanya

Plh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek Anang Ristanto menyampaikan, pada 2 Mei sudah diperingati Hari Pendidikan Nasional yang mengangkat tema Bergerak Bersama Melanjutkan Merdeka Belajar. Di bulan Mei kemarin juga telah ditetapkan sebagai Bulan Merdeka Belajar.

Karena itu, dalam kesempatan ini dia berterimakasih pada semua pihak yang berkolaborasi. Menurut dia peringatan Hardiknas hadi momentum merumuskan langkah strategis mewujudkan pendidikan strategis agar mempersiapkan anak bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045.

Untuk itu semua pihak harus bergerak bersama melanjutkan program Merdeka Belajar. Dimana, guru-guru didorong memimpin perubahan dengan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. Mahasiswa juga kini sudah berani menyampaikan hasil inovasi. (rls)

 





Berita Terkait

Tulis Komentar