SMKN 3 Pekanbaru Jadi PK Skema Pemadanan Dukungan, Kepsek: Enam GM Hotel Jadi Guru Tamu

  • Selasa, 04 Oktober 2022 - 23:19:48 WIB | Di Baca : 716 Kali

 

Seriau,- Enam General Manager (GM) Hotel di Pekanbaru menjadi guru tamu di SMKN 3 Pekanbaru. Program ini setelah SMKN 3 Pekanbaru menjadi Pusat Keunggulan (PK) Skema Pemadanan Dukungan oleh Direktorat Jendral SMK Kemdikbud Ristek RI.

Kepala SMKN 3 Pekanbaru, Hj Rita Johan MM mengatakan, enam hotel yang menjadi mitra industri dengan SMKN 3 Pekanbaru yakni Grand Jatra Hotel, Hotel Angkasa Garden, Grand Elite Hotel, Hotel Royal Asnof, Hotel Furaya dan Khas Hotel Pekanbaru.

" Memang, bantuan dari enam hotel berbentuk inkind jadi bukan uang tunai. Namun, jika dikonversikan, nilainya sekitar Rp1,6 miliar yang diberikan oleh direktorat," kata Rita Johan, Selasa (4/10) di Pekanbaru

Dijelaskan Rita Johan mulai pekan ini, para GM hotel itu menjalani workshop penguatan karakter berbasis mindset change di SMKN 3 Pekanbaru. Bantuan yang diberikan oleh enam hotel bentuknya disebut juga dengan istilah 8+i adalah penyelarasan kurikulum, guru atau instruktur tamu, magang/PKL, training/pelatihan guru, sarana prasarana serta teaching factory. 

Selain itu juga ada sertifikasi kompetensi guru/siswa, penguatan pembelajaran, komitmen penyerapan lulusan serta lain -lain penunjang link and match." Jadi ada 10 bantuan penguatan yang diberikan oleh 6 GM hotel ini," kata Rita.

Sebelum terpilih sebagai SMK PK Skema Pemadanan Dukungan, kata Rita, pihaknya sudah ikut sosialisasi. Dilanjutkan seleksi dokumen dan wawancara. Sementara, calon industri mitra juga diseleksi dan dikurasi oleh pihak direktorat sebelum ditetapkan sebagai industri mitra. 

Dengan kerjasama ini, siswa berkesempatan mendapatkan materi terkait kebutuhan perhotelan saat ini. Kemudian, kondisi di lapangan dibandingkan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Jika ada kurikulum yang belum sesuai keinginan industri, maka pihak sekolah bakal melakukan penyesuaian sehingga setelah lulus, siswa Jurusan Perhotelan SMKN 3 punya kemampuan yang sesuai yang dibutuhkan industri.

Jumlah siswa yang ikut dalam program ini sekitar 160 orang. Mereka akan mendengarkan berbagai materi yang disampaikan oleh general manager (GM) dari enam hotel sebagai guru tamu. Seperti Hotman Chris Mario SE selaku GM Hotel Angkasa Garden, GM Hotel Furaya, Iwan Juansyah, GM Grand Elite Hotel, Lusiyanti, SE, M.M. Par. CHM, GM Jatra Hotel, Bregas Yekti, GM Hotel Royal Asnof, Abdul Malik dan GM Khas Hotel, Muhammad Isa Ismail.

Sementara itu, GM Grand Elite Hotel, Lusiyanti,SE,M.M.Par.CHM mengungkapkan keikutsertaan mereka merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR). Di samping itu, ada keinginan dari sekolah juga agar siswanya punya kemampuan sesuai kebutuhan dunia usaha.

" Ini penyelarasan kurikulum di sekolah dengan apa yang dibutuhkan oleh industri. Misalnya, kami dari industri butuh anak di front office punya excellent service, personal grooming, team work yang sesuai standar hotel. Jadi ketika terjun ke dunia kerja, mereka sudah paham," kata Lusi.

Sementara Kabid SMK Disdik Riau, Dr Yusri Rasul selalu menekankan bahwa pemerintah pusat memberi porsi lebih pada pendidikan vokasi. Bahkan, di Riau, sudah duluan hadir Peraturan Gubernur Riau terkait pendidikan vokasi." Terkait vokasi, link and match adalah bagian terpenting. Dimana industri turut hadir mensukseskan dunia pendidikan," sebut Yusri. (zal)





Berita Terkait

Tulis Komentar