PTM 100 Persen, SMPN 25 Pekanbaru Berlakukan Prokes Ketat

  • Sabtu, 08 Januari 2022 - 22:21:58 WIB | Di Baca : 1426 Kali

 

Seriau,- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen atau penuh mengharuskan sekolah lebih meningkatkan protokol kesehatan bagi siswa dan guru. Mengingat pembelajaran tatap muka ini semua siswa belajar disekolah, tidak lagi daring. Berbeda dengan PTM terbatas, hanya 70 persen siswa yang masuk sekolah.

" PTM penuh ini semua siswa ikut pembelajaran disekolah. Sistem ini mengharuskan kita memperketat protokol kesehatan mulai dari gunakan masker, mencuci tangan, mengatur jarak dan menghindari kerumunan," kata Kepala SMPN 25 Pekanbaru Dr. Asbullah. MPd, Sabtu (8/1) di Pekanbaru

Loading...

Pembelajaran tatap muka 100 persen, kata Asbullah, durasi belajarnya minimal 4 jam sampai 6 jam setiap harinya sesuai dengan SKB 4 Menteri. Jadwal pembelajaran di SMPN 25 Pekanbaru, siswa masuk jam 7.30 hingga jam 11.40 berbeda dengan saat PTM terbatas hanya 2 hingga 3 jam sehari. Jam istirahat saat PTM penuh, sekolah hanya menyediakan waktu 15 menit yang digunakan untuk makan dan mimum namun siswa tetap berada didalam kelas.

Selain itu, mata pelajaran yang diberikan saat PTM 100 persen ini, hampir seluruhnya berbeda dengan PTM terbatas hanya mata pelajaran prioritas saja." Oleh sebab itu, PTM 100 persen, belajarnya berbeda dengan belajar sebelum pandemi covid. Bukan berarti 100 persen, kondisinya sama belajar sebelum pandemi. Banyak perbedaanya. Itu yang harus dipahami orangtua," terang Asbullah

Meski demikian, kata Asbullah, pembelajaran 100 persen, ada beberapa kegiatan yang belum boleh dilaksanakan seperti ekstrakurikuler siswa dan aktifitas kantin sekolah ditiadakan. Siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah karena kantin sekolah masih tutup. 

Saat ini, jumlah siswa SMPN 25  Pekanbaru yang sudah divaksin sekitar 700 orang lebih (85 persen) dari jumlah keseluruhan 900 orang lebih. Tinggal 190 orang yang belum divaksin. Sadangkan guru hampir 100 persen divaksin, hanya berapa guru saja yang belum divaksin karena faktor kesehatan.

Tak hanya perketat protokol kesehatan siswa dan guru saja, setiap tamu yang masuk ke lingkungan sekolah harus melalui scan barcode aplikasi "pedulilindugi". Jika belum mempunyai aplikasi pedulilindungi, tamu bisa mengunakan sertifikat vaksin." Scan barcode sedang kita siapkan. Senin depan akan kita aktifkan barcodenya," ujar Asbullah (zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar