Tinjau Vaksinasi di SMAN Olahraga Provinsi Riau, Kabid SMK Semangati Guru.

  • Rabu, 31 Maret 2021 - 17:21:09 WIB | Di Baca : 2282 Kali

 

Seriau,- Ribuan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan jenjang SMA/SMK di Kota Pekanbaru mengikuti vaksinasi massal, Rabu (31/3) pagi. Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah menyiapkan 10 titik sekolah sebagai lokasi vaksinasi salah satunya SMAN Olahraga Provinsi Riau

Kepala Bidang SMK Disdik Riau Edi Rusmadinata. MPd meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi
guru jenjang SMA/SMK. Disela kunjungan, mantan Kacabdis Wilayah IV ini sempat menyemangati guru guru yang lagi menunggu antrian untuk di vaksinasi." Bapak ibu guru tak perlu takut dan khawatir di vaksin. Ini salah upaya upaya penguatan imunitas bagi bapak dan ibu guru," kata Edi, Rabu (31/3) di Pekanbaru

Loading...

Sebelum kunjungan ke SMAN Olahraga Provinsi Riau, Kabid SMK sempat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMAN 2 Pekanbaru. Pelaksanaan vaksinasi di SMAN 2 Pekanbaru berjalan aman dan lancar." Alhamdulillah, hasil kunjungan saya di kedua titik lokasi vaksinasi mulai dari SMAN 2 dan SMAN Olahraga,  pelaksanaan vaksinasi berjalan aman dan lancar. Guru dan tenaga kependidikan sangat antusius mengikuti vaksinasi massal ini," kata Edi

Sementara Waka Humas SMAN Olahraga Provinsi Riau Irnawati. SPd mengatakan jumlah peserta yang divaksinasi di SMAN Olahraga Provinsi Riau sebanyak 83 orang terdiri dari guru, pegawai, guru honor, pelatih dan sekurity. Selain warga SMAN Olahraga, juga ikut bergabung guru di dua sekolah yakni SMAN 3 Pekanbaru dan SMAN 13 Pekanbaru." Jadi, tidak hanya guru kita saja, tapi juga guru di SMAN 3 dan SMAN 13 Pekanbaru. Penyuntikan vaksin dibagi dalam dua sesi pagi dan siang," kata Irna.

Penanggungjawab vaksinasi di SMAN Olahraga Jazuli yang juga Kasubag Perencanaan Program Diskes Riau mengatakan, tim medis vaksinasi melibatkan Rumah Sakit Bina Kasih dan Puskesmas Rumbai Pesisir. Standar vaksinasi yang ditetapkan pemerintah ada empat tahap. Dimana tahap pertama, guru harus  mendaftar di meja pendaftaran untuk mencocokkan NIK pendaftar yang masuk dalam sistem. 

Setelah mendaftar, peserta lalu masuk ke tahap skrining. Tahap ini apakah seorang layak mendapatkan vaksin, ditunda, atau tidak layak mendapatkan vaksin. Tahap ini menentukan seoarang mendapat status vaksinasi. Sedangkan tahap ketiga, penyuntikan vaksin dan tahap terakhir tahap observasi. Tahap observasi diberi waktu 30 menit untuk melihat ada atau tidaknya  reaksi dari vaksinasi." Setelah observasi baru diberikan kartu vaksinasi ke II." Jadwal vaksinasi kedua, pemerintah mengeluarkan kebijakan 28 hari. Jumlah sasaran vaksinasi tiga sekolah ini disedikan 200 orang," kata Jazuli (zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar