Peringati Hari Peduli Sampah, Liga Mahasiswa NasDem Riau adakan Diskusi "Sampah Di Pekanbaru Sampai Kapan"?

  • Selasa, 09 Februari 2021 - 09:32:11 WIB | Di Baca : 1918 Kali

 

SeRiau- Liga Mahasiswa Nasdem (LMN) Provinsi Riau mengadakan diskusi bertemakan kebersihan dengan judul "Sampai kapan sampah di pekanbaru?!" yang bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional di Auditorium Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Provinsi Riau Jalan Diponegoro 24 pada hari Senin 8 Februari 2021.

Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Ketua BAHU  NasDem Riau Totti  Alexander Wahyudi (Praktisi Hukum), Staf Kampanye dan Advokasi Walhi Riau Ahlul Fadli (Pegiat Lingkungan),
serta  Gerakan Bersih Pekanbaru Endri Baskara (Pegiat Sosial), juga dihadiri oleh Perwakilan pengurus DPW Partai Nasdem Provinsi Riau.
diskusi yang dimulai pukul 19.30 WIB berjalan lancar serta  interaktif,  yang dipandu oleh MC Vije Khant dan Moderator Miftahul Farid. Pada sesi tanya jawab, banyak muncul pertanyaan dari peserta yang berasal dari KNPI Pekanbaru, Sapma PP Pekanbaru, BEM UNRI, Nasdem Milenial, BEM UNILAK.

Loading...

Ahlul Fadli dari Walhi Riau menyampaikan bahwa "TPA Pekanbaru tidak dapat lagi menahan sampah, saya harap TPS dihidupkan kembali,"

Sementara itu Totti Alexander Wahyudi  mengkritisi bagaimana perjanjian Pemko Pekanbaru dengan pihak ke tiga yaitu kontraktor yang putus kontrak per 31 Desember 2020 untuk masalah pengutipan dan pemindahan sampah.


"Ini murni salah pemko,  Mal administrasi mmenurut saya, dan kita harap pak Walikota Firdaus harus cakap dengan perjanjian tersebut, imbas masyarakat , kalau putus kontrak ya dicari solusinya jangan beberapa bulan tidak ada yg ngisi, dan seharusnya minimal satu bulan sebelum kontrak dengan pihak ketiga habis, pemerintah kota sudah memulai lelang ataupun langkah antisipasi untuk menggantikan pihak ketiga yang kontraknya akan habis dong, Tegas praktisi hukum dan  Ketua BAHU NasDem Riau Totti Alexander Wahyudi.
Disisi lain apresiasi terhadap langkah dan upaya komunitas Gerakan Bersih Pekanbaru yang dilakukan Endri Baskara sebagai contoh masyarakat pekanbaru yang peka terhadap masalah sampah dalam pengolahan limbah dan daur ulang pemanfaatan, bahwa komunitas ini tidak hanya mengkritisi, namun melakukan tindakan nyata untuk mengatasi persoalan sampah dan limbah, menurut Endri, dengan situasi seperti ini, kita sebagai masyarakat juga harus peduli dan melakukan tindakan, selain mengkritisi tentunya kita juga sebaiknya bergerak, tutupnya.

Ali Akbar Siregar dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak, sementara itu Dicky Jordan Johar selaku Sekretaris Komite Wilayah LMN Provinsi Riau dan juga Ketua Panitia menyampaikan,  bahwa semasa Pak Herman Abdullah, Pekanbaru sering sekali mendapatkan Adipura, tapi sejak Pak Firdaus, sudah hampir tidak pernah, bahkan sering sampah jadi permasalahan yang tak kunjung usai, dan justru sudah sampai ke ranah hukum, di Polda Riau dan Kejaksaan.

"Kita berharap bisa kembali mendapatkan piala Adipura tersebut di tahun 2021," Kata Waksek LMN Riau Vahrion.

Di pertengahan diskusi peserta juga disuguhi Stand Up Comedy oleh Faqiho maulana yang merupakan Komika ternama Pekanbaru.

Galak tawa tampak mewarnai ruangan saat faqih mulai melemparkan guyonan tentang sampah di Pekanbaru.

"Saya harap diskusi santai dan menghibur tapi tetap berisi seperti ini akan selalu bisa terlaksana setiap bulannya," ungkap VJ Khant selaku penanggung jawab acara.(***)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar