KPK Berencana Selidiki Dugaan Gagal Bayar Industri Keuangan

  • Kamis, 03 Desember 2020 - 05:41:17 WIB | Di Baca : 1005 Kali

SeRiau - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membidik kasus dugaan gagal bayar di sejumlah industri keuangan. Lembaga antirasuah tersebut sudah mengantongi sejumlah informasi untuk memulai penyelidikan.

"Kami ada beberapa bahan, dan akan kami coba lidik (penyelidikan) juga. Kalau kami coba ikut andil dan membantu khususnya duit negara yang diputar-putar enggak karuan ya kami antusias masuk ke situ," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto kepada wartawan, Rabu (2/12).

Karyoto mengatakan pihaknya memiliki kendala mendalami dugaan gagal bayar di industri keuangan lembaga swasta. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, KPK hanya boleh menangani kasus yang melibatkan penyelenggara negara.

Loading...

"Kalau yang swasta ini agak repot, kecuali di swasta di situ menggunakan duit negara, baru ada peluang untuk membuka keterkaitan dengan PN (penyelenggara negara) mungkin terlibat dengan pengucuran anggaran-anggaran itu," ujarnya.

Jenderal polisi bintang dua itu pun menyinggung bahwa pihaknya juga memiliki bahan dari dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri. Namun, kasus-kasus itu telah ditangani institusi penegak hukum lain.

Kasus dugaan korupsi Jiwasraya sendiri ditangani Kejaksaan Agung, sementara dugaan korupsi Asabri dipegang oleh Bareskrim Polri.

"Tapi kemarin dari beberapa anggota kami juga ada yang mengajukan beberapa yang sifatnya belum ter-cover oleh kedua-duanya. Akan kita mulai juga," katanya.

Saat ini, tercatat ada beberapa perusahaan yang bergerak di sektor keuangan mengalami dugaan gagal bayar. Misalnya di sektor koperasi, mulai dari Koperasi Indo Surya, Koperasi Hanson, LiMa Garuda, Koperasi Pracico, dan Koperasi Sejahtera Bersama.

Kemudian, di sektor investasi dan pengelolaan aset, antara lain Minna Padi Asset Management, Victoria Manajemen Investasi, Mahkota Investama, Emco Asset Management, Narada Asset Management dan yang terbaru Indosterling Optima Investa. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar