Diskes Pekanbaru Catat 470 Kasus DBD Sejak Awal 2020

  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:48:15 WIB | Di Baca : 1150 Kali

SeRiau - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat 470 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal tahun 2020. Penyebaran kasus tertinggi berasal dari Kecamatan Tenayan Raya.

Data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru dari 21 Puskesmas, jumlah itu tersebar di 12 Kecamatan di Pekanbaru. Jumlah sebaran kasus tertinggi masih tercatat di Kecamatan Tenayan Raya, yakni sebanyak 83 kasus. 

Kepala Diskes Kota Pekanbaru M Noer, melalui Sekretaris Diskes Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, jumlah sebaran kasus DBD tertinggi didominasi wilayah pinggiran. 

Loading...

"Sampai minggu ke-42 tahun 2020, ada 470 kasus yang tersebar di 12 kecamatan," kata Zaini, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, sebagian besar pasien yang terpapar DBD sudah dinyatakan sembuh. Mereka telah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Saat ini hanya tinggal dua pasien yang tengah menjalani perawatan. 

Sementara untuk kasus DBD yang mengakibatkan meninggal dunia tidak terjadi penambahan. Tercatat hanya satu kasus pada pertengahan Februari 2020 lalu. Yaitu R (20) warga Jalan Melur, Kelurahan Padang Bulan. Diduga pasien terlambat mendapatkan penanganan medis. 

"Hanya satu kasus untuk pasien meninggal di Februari lalu. Penambahan kasus DBD sudah terjadi perlambatan," terangnya. 

Ia merinci, jumlah kasus DBD di Pekanbaru yang tersebar di 12 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Tenayan Raya 83 kasus, Kecamatan Tampan 76 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 65 kasus, Kecamatan Payung Sekaki 54 kasus, Kecamatan Bukit Raya 53 kasus. 

Kemudian Kecamatan Limapuluh 36 kasus, Kecamatan Rumbai 29 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 22 kasus, Kecamatan Senapelan 20 kasus, Kecamatan Sukajadi 18 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota dan Kecamatan Sail masing-masing 7 kasus. 

Ia katakan, faktor lingkungan yang kumuh menjadi faktor utama seseorang terserang DBD akibat gigitan nyamuk Aedes agepty. 

Pihaknya melalui Puskesmas disetiap lingkungan masyarakat memeberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjalankan polah hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Diskes Pekanbaru juga melakukan fogging jika menemukan kasus DBD baru di lingkungan masyarakat. Namun Zaini menegaskan, yang utama untuk menghindari DBD adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. (**H)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar