LIB Masih Godok Regulasi Klub Kalah Jika Suporter Datang

  • Rabu, 23 September 2020 - 18:30:15 WIB | Di Baca : 1051 Kali

SeRiau - Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, menyatakan pihaknya sampai saat ini masih menggodok regulasi Liga 1 2020, termasuk sanksi klub otomatis kalah jika suporter datang ke stadion.

"Prinsipnya seperti itu [klub yang suporternya datang akan dianggap kalah, tidak dapat poin]. Detailnya sedang digodok di Tim Pokja Regulasi PSSI," ucap Hadian Lukita kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/9).

Sebelumnya, wacana klub otomatis bakal kalah jika suporternya datang ke stadion muncul dalam managers meeting yang digelar LIB di Bandung, Jawa Barat, Senin (22/9) lalu.

Loading...

Wacana tersebut ternyata mendapat respons negatif dari kelompok suporter. Bonek (suporter Persebaya Surabaya) dan The Jakmania (suporter Persija Jakarta) menganggap regulasi itu tidak jelas acuannya.

Selain itu, regulasi baru juga mewacanakan penambahan dua pemain di bangku cadangan menjadi 10 orang. Regulasi baru juga menyebut soal pergantian lima pemain dalam satu pertandingan.

Meskipun masih digodok, Hadian Lukita memastikan regulasi pengurangan poin atau sanksi kekalahan buat tim yang suporternya datang ke pertandingan sudah pasti bakal masuk ke regulasi baru Liga 1 2020.

"(Regulasi) Belum (resmi). Tapi sudah pasti masuk ke regulasi. Tentu aturan ini untuk satu pertandingan di waktu yang ada kejadiannya," tegasnya.

Komisaris PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) memberikan tanggapannya terkait regulasi yang mengatur kehadiran suporter di pertandingan.

"Misal Persib main dengan Malang (Arema FC) atau (Persela) Lamongan. Persib tuan rumah, tapi di luar ada kerumunan, itu nanti ditegur. Dan walaupun kami (Persib) menang, nanti kami dianggap kalah. Misal, Persib menang 2-1, nanti skornya dibalik. Kalau draw, nanti tim dianggap kalah 0-1," ujar Umuh. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar