Pengusaha Curhat Sulit Ekspor Nanas ke China, RI Hilang Potensi Devisa USD 50 Juta

  • Senin, 18 Februari 2019 - 20:01:30 WIB | Di Baca : 449 Kali

SeRiau - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini mengundang sejumlah pengusaha untuk membahas hasil penelitian mengenai pemberian fasilitas kepabeanan orientasi eksporseperti Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Dalam kesempatan itu, pengusaha juga mendapat kesempatan menyampaikan keluhan melakukan ekspor.

Direktur Great Giant Foods, Welly Soegiono, menyampaikan keluh-kesahnya mengenai ekspor nanas yang belum mampu menembus pasar China. Padahal, pihaknya sudah mengajukan perizinan ekspor sejak 10 tahun lalu.

"Kami sudah lama 10 tahunan lah. Tahun ini masuk tahun ke-10. Dari Bea Cukai sih tidak ada masalah. Bea Cukai justru membantu produk kita menjadi bersaing di dunia internasional," ujar Welly saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2).

Loading...

Adapun yang menjadi masalah mandeknya ekspor ke China adalah belum adanya kerjasama karantina antara Indonesia dan negara tirai bambu tersebut. Menurutnya, Kementerian Pertanian merupakan kementerian yang seharusnya bertanggung jawab atas hal ini.

"Kan kita ada permintaan disana, ada pasarnya, terus produk kita juga kualitas dan harga masuk. Akhirnya, tapi kita tidak bisa masuk ke sana karena belum ada kerjasama antara pemerintah China dan Indonesia," jelasnya.

"Masalahnya sebenarnya di Kementan. Bukan Kementerian Perdagangan juga. Kalau karantina sini dan China nya belum ada buat impor protokol, mau perdagangan, mau apa pajak, mau ngasih fasilitas apapun tak akan bisa jalan," sambung Welly.

Padahal kata Welly, jika ekspor nanas bisa masuk ke China, Indonesia bisa memperoleh devisa sebesar USD 50 juta. Dia pun berharap pemerintah dapat menindaklanjuti masalah ini.

"Padahal market ekspor nya besar, begitu masuk sana. Kita yakin bisa simpan devisa USD 50 juta. Sudah depan mata tinggal nelen. Sudah kita koordinasi, kita minta ke karantinanya. Tapi kelemahannya, tidak ada follow up seharusnya orang karantina kita harus sering ke sana," tandasnya. (**H)


Sumber: Merdeka.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar