Prabowo: yang Nikmati Kekayaan Indonesia 1%, 99% Hidup Pas-pasan

  • Jumat, 19 Oktober 2018 - 23:09:45 WIB | Di Baca : 600 Kali

SeRiau - Calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga harus hidup kelaparan dan sulit mendapat pekerjaan. Menurut Prabowo, sejumlah permasalahan terjadi karena hanya sedikit sekali yang menikmati kekayaan milik Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat acara Deklarasi Emak-emak Binangkit oleh relawan Prabowo-Sandi di Denpasar, Bali.. 

"Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks. Keadaan yang janggal setelah 73 tahun merdeka, yang kaya semakin sedikit. Dan segelintir orang saja dan ini bukan saya karang, ini adalah data fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga lembaga internasional," kata Prabowo di Pendopo Inna Heritage Hotel Denpasar, Bali, dalam keterangan resminya, Jumat (19/10). 

Loading...

"Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia adalah kurang dari satu persen bangsa Indonesia. Dan yang 99 persen mengalami hidup pas-pasan, bahkan bisa dikatakan sangat sulit," lanjutnya.

Maka dari itu, ia meminta kepada emak-emak pendukungnya agar bisa berjuang menyelesaikan permasalahan ekonomi tersebut. Sebab, sebagian kekayaan bangsa Indonesia dibawa ke luar negeri dan tidak dimiliki oleh sebagian rakyat Indonesia. 

"Kepada emak-emak, saya minta berjuang untuk penuh kesadaran dan keyakinan, bahwa kekayaan kita diambil dibawa keluar negeri dan semua sendi ekonomi kita tidak tinggal di dalam negeri. Sama seperti di Bali, hotel-hotel yang besar apakah itu milik orang Bali atau bukan?," ucap Prabowo.

Prabowo kemudian mempertanyakan apakah bahan baku makanan dan minuman yang digunakan hotel-hotel di Bali berasal dari petani lokal atau bukan. Ia bahkan menyebut sebagian besar pasokan bahan baku di Bali, terutama hotel-hotelnya, merupakan produk impor. 

"Tanya petani-petani di Bali, apakah orange juice yang ada di hotel-hotel adalah asli jeruk di Bali atau bukan? Semua jus yang kita minum ini buahnya impor atau asli pertanian bangsa Indonesia? Semua itu kebanyakan impor," tutur dia.

"Jadi, akhirnya kita disuruh senang dan gembira dengan hal-hal yang rendah. Jadi kamu boleh bekerja, tapi jadi tukang sapu atau pelayan di hotel. Kamu boleh bekerja tapi upahmu sangat kecil," imbuhnya dengan nada kesal. 

Namun, Prabowo mengakui masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran tinggi tentang permasalahan ekonomi yang tengah dihadapinya. Ia juga mengapresiasi karena sudah banyak yang dapat bersikap kritis dan tidak takut akan intimidasi saat membicarakan kondisi bangsa.

"Saya merasa bahwa sekarang dan saat ini emak-emak dan rakyat Indonesia sudah memiliki kesadaran bahwa ada yang tidak beres dalam sistem ekonomi kita ini. Orang yang paling miskin saja, mereka sudah mengerti masalahnya apa. Karena itu justru yang dibawah-bawah itu kadang-kadang spontan dan tidak takut lagi akan intimidasi untuk meneriakan yang benar," pungkasnya. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar