Kasus Ratna Cepat Terungkap, Polri Sebut Faktor Keberuntungan

  • Jumat, 05 Oktober 2018 - 18:34:37 WIB | Di Baca : 858 Kali

 


SeRiau - Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan kinerja Polri yang cepat dalam memproses kasus informasi bohong Ratna Sarumpaet. Mereka membandingkan cara Polri yang justru lambat saat mengungkap kasus penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan setiap proses memiliki faktor keberuntungan dalam menyelidiki. Termasuk dalam menyelidiki kasus Ratna atau Novel Baswedan.

Loading...

"Jadi begini, dalam satu proses penyidikan itu banyak faktor yg mempengaruhi. Salah satunya saja, faktor keberuntungan," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/10).

Setyo bercerita, dalam kasus ini, polisi sudah mulai bergerak saat foto lebam Ratna di media sosial viral.

"Nah ternyata begitu kita cek di lapangan, semuanya tidak ada yang mendukung apa yang beredar di media sosial, semuanya bertolak belakang," kata Setyo.

Tak dinyana, semua pihak turut mendukung dan mempercepat proses penyelidikan. Semua pihak, hingga ke Polda Jabar dikerahkan untuk mengecek bandara serta 23 Rumah Sakit.

"Sehingga yang didapat adalah fakta yang sekarang. Jadi semua memang bekerja," kata Setyo.

Setyo juga menegaskan bahwa polisi tidak pilah pilih kasus dan netral dalam mengusut setiap masalah. Namun, Setyo tidak menampik bahwa pengusutan berlangsung karena menyangkut tokoh politik.

"Nah itu dia (tokoh politik). Tapi saya nyatakan di sini bahwa polisi netral. Sekali lagi polisi netral," ujar Setyo.

Sebelumnya Fadli Zon meminta polisi tidak berlebihan dalam menangani kasus kebohongan Ratna. Pemanggilan tokoh politik Amien Riaspun dianggap Fadli terlalu berlebihan.

"Dan Polisi juga jangan berlebihan di dalam menanggapi ini. Belum apa-apa sudah saya dengar beritanya mau memanggil Amien Rais mau apa? Mau mempermalukan Amien Rais?" kata Fadli.

Bahkan Fadli membandingkan kasus Ratna dan kasus Novel yang kini masih jalan di tempat. Fadli mengatakan banyak kasus yang sudah dilaporkan ke polisi namun hasilnya masih nihil.

"Kenapa kasus Novel Baswedan tidak ada, sudah ada Instruksi Presiden, kenapa tidak ada? Kenapa kasus Hermansyah dan lain-lainnya tidak ada? Ini loh yang menjadi sebuah tanda tanya besar tapi kalau misalnya satu framehoaks dagelan kayak gitu dilakukan di banyak zaman itu banyak," ucapnya.

 

 


Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar