Rupiah Loyo dan Sandiaga Jual Saham Jadi Berita Populer

  • Jumat, 05 Oktober 2018 - 05:28:09 WIB | Di Baca : 1271 Kali
Ilustrasi (internet)

SeRiau - Pelemahan rupiah terhadap dollar AS menjadi berita terpopuler kanal Ekonomi Kompas.com, Kamis (4/10/2018). Rupiah ditutup melemah di level Rp 15.179 per dollar AS berdasarkan data pasar spot Bloomberg.

Berikut ini adalah lima berita terpopuler kanal Ekonomi Kompas.com kemarin, yang masih patut Anda simak.

1. Rupiah Makin Loyo, Sri Mulyani Sebut karena Defisit Italia

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, kondisi rupiah yang semakin melemah terhadap dollar AS disebabkan faktor eksternal. Ia memastikan pelemahan rupiah tak ada kaitannya dengan musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

"Tidak (berhubungan dengan bencana). Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar yang sangat dominan pada saat yang lalu. Kita lihat sentimen kemarin adalah Italia yang defisitnya besar," kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

2. Menko Luhut: Buat Apa Risaukan Rupiah ke Rp 15.000 Per Dollar AS?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak perlu risau dengan nilau tukar rupiah dengan dollar AS yang sampai pada level Rp 15.000.

"Saya rasa tidak ada masalah, kenapa mesti risau ada (di level) Rp 15.000," ujar Luhut di Kantor Menko Bidang Kemaritiman, Rabu (3/10/2018) malam.

3. Seratus Anak Pandai yang Berpotensi Menjadi Bodoh

Mengantarkan anak-anak kita ke jenjang kehidupan yang lebih baik selalu menjadi perhatian setiap orangtua.

Perhatian itu juga muncul dalam beragam dialog, terutama sejak Carol Dweck mengumumkan risetnya menyangkut ratusan anak pandai. Anak-anak tersebut ternyata lebih takut tidak dapat nilai bagus di sekolah, ketimbang dalam kehidupan itu sendiri.

Di banyak negara termasuk di sini, di Indonesia, kental sekali pandangan bahwa “Siapa yang sukses di sekolah pasti akan sukses dalam kehidupan.” Benarkah demikian?

4. Perhatikan 5 Tanda Ini, Kemungkinan Anda Akan Segera Dipecat dari Pekerjaan

Tidak selalu jelas kapan Anda telah sampai di ujung jalan dengan atasan Anda. Namun, menurut kontributor CNBC Suzy Welch, ada beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan.

"Dipecat dari kantor sering timbul sebagai sebuah kejutan, dan ya itu menyakitkan. Tapi apa yang benar-benar terasa menyakitkan adalah jika Anda melihat lingkungan dan melihat orang lain seakan tahu bahwa Anda akan segera keluar dari tempat kerja," ujar Suzy.

5. Sandiaga Uno Jual Saham Saratoga 51,4 Juta Lembar Senilai Rp 194 Miliar

Pemilik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga Uno menjual saham perusahaan berkode SRTG itu. Total saham yang dijual sebanyak 51,4 juta lembar saham dengah harga penjualan Rp 3.776 per lembar saham atau total senilai Rp 194,09 miliar.

Hal tersebut diketahui dari pengumuman keterbukaan Bursa Efek Indonesia pada Kamis (4/10/2018).

Surat tersebut ditulis dan bertandatangan Sandiaga ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tembusan kepada Direktur Penilaian Keuangan Sektor Jasa OJK, Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, dan Direksi PT Saratoga Investama Sedaya. (**H)


Sumber: KOMPAS.com





Berita Terkait

Tulis Komentar