Wall Street Melonjak Imbas Trump Sepakat dengan Uni Eropa

  • Kamis, 26 Juli 2018 - 05:34:11 WIB | Di Baca : 816 Kali

SeRiau - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat didorong saham teknologi. Selain itu juga didorong laporan yang menunjukkan Presiden AS Donald Trump mendapatkan konsesi dari Uni Eropa soal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melonjak 172,64 poin atau 0,68 persen ke posisi 25.414,58. Indeks saham S&P 500 mendaki 25,66 poin atau 0,91 persen ke posisi 2.846,06. Indeks saham Nasdaq bertambah 91,47 poin atau 1,17 persen ke posisi 7.932,24.

Pernyataan Trump dorong kenaikan wall street. Bahkan indeks saham S&P 500 melonjak signifikan dalam setengah jam terakhir perdagangan, dan ditutup ke level tertinggi sejak 29 Januari.

Loading...

Trump menuturkan, AS dan Uni Eropa (UE) setuju untuk hapus tarif atas barang industri dan peningkatan ekspor gas alam cair dan kedelai AS ke Eropa.

Selain itu, S&P 500 dan Nasdaq menguat juga dipicu kenaikan sektor saham teknologi. Saham Facebook dan Microsoft Corp capai rekor tertinggi. Saham Facebook menguat 1,3 persen dan Microsoft mendaki 2,9 persen.

Namun, penguatan saham Facebook sementara, dan berbalik arah ke zona merah. Saham Facebook turun sembilan persen usai data pengguna aktif bulanannya di bawah perkiraan.

Sentimen perang dagang mereda membuat indeks Dow Jones berbalik arah ke zona positif. Namun, indeks saham acuan itu terbebani saham Boeing Inc. Tekanan terhadap saham Boeing Inc terjadi lantaran biaya lebih tinggi untuk program pengisian bahan bakar. Saham Boeing melemah 0,7 persen.

"Setelah Anda mendapat sedikit kabar baik hindari perang dagang, pasar terdorong untuk kembali menguat. Ini didorong pendapatan perusahaan kuat dan juga data ekonomi," ujar Direktur Robert W.Baird, Michael Antonelli, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (26/7/2018).

Investor mencatat pendapatan perusahaan yang kuat membantu topang wall street meski kekhawatiran sedang berlangsung soal tarif. Kenaikan tarif bea masuk dapat meningkatkan biaya perusahaan dan memangkas keuntungan perusahaan.

Volume Perdagangan Saham Meningkat

Adapun dari 148 perusahaan yang masuk indeks S&P 500 melaporkan laba, sekitar 85,8 persen mencatatkan di atas harapan analis.

"Kami mencari level support dari awal atau pasar tertekan, tetapi sejauh ini komentar dari perusahaan cukup kuat,” ujar Kim Forest, Manajer Portofolio Fort Pitt Capital Group.

Saham Coca Cola naik 1,8 persen usai penjualan dan laba kuartalan perseroan kalahkan perkiraan. Saham HCA Healthcare Inc melonjak 9,2 persen.

Di sisi lain, saham General Motors turun 4,6 persen usai perseroan memangkas proyeksi laba pada 2018. Saham Ford Motors Co melemah lebih dari empat persen. Saham AT& Inc susut empat persen.

Volume perdagangan saham di wall street tercatat 6,61 miliar saham. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian perdagangan saham 6,09 miliar saham. (**H)


Sumber: Liputan6.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar