Sandi soal 40 Masjid Radikal Jakarta: Come On, Let's Move On

  • Jumat, 08 Juni 2018 - 00:00:20 WIB | Di Baca : 508 Kali

SeRiau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terlihat jengah karena berkali-kali ditanya soal 40 masjid di Jakarta yang ia sebut telah terpapar radikalisme.

Sandi menilai mengungkap nama-nama 40 masjid radikal hanya akan memecah belah. Sementara periode memecah belah, menurut dia, sudah lewat usai Pilkada 2017.

"Enggak ada tanggapan, sekarang sudah lewat masa memecah belah. Sudah pilkadanya sudah bulan April, so twenty2017. Come on, let's move on! Ini sudah mau twenty nineteen, zaman now. Pilkada itu zaman old," kata Sandi saat ditemui saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (8/6).

Loading...

Sandi lalu menjelaskan dia tak akan lagi mengomentari pendapat pihak manapun yang meminta Pemprov DKI Jakarta mengungkap daftar masjid radikal.

Sandi mengklaim akan berfokus untuk melakukan pembinaan kepada masjid-masjid yang terpapar radikal. Salah satunya dengan memanfaatkan program OK OCE untuk menekan radikalisme di masjid. Menurutnya radikalisme bersumber dari kesenjangan ekonomi.

"Tapi kita fokus saja untuk membina mereka, untuk meningkatkan ekonomi sekitar masjid. Setiap ada masjid, pasti ada limpahan ekonomi karena Islam itu rahmatan lil alamin, menebar manfaat," lanjut dia.

Sebelumnya, Sandi menyebut ada empat puluh masjid yang terpapar radikalisme di Jakarta. Dia mengklaim Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual telah memiliki datanya. Namun hingga kini Sandi tidak mau menuruti saran Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuka data itu.

"Kita dapat kabarnya dari survei yang dilakukan oleh mbak Alisa Wahid yang disebarkan dan kita cross check di Biro Dikmental (Pendidikan, Mental, dan Spiritual) memang ada beberapa yang kita pantau. Tentunya tidak mungkin kita umum-umumkan akhirnya nanti menjadi perpecahan," kata Sandi saat ditemui di Masjid Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat, Rabu (6/6).

"Nanti silakan saja berhubungan dengan kami," pesan Sandi ke MUI. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar