Deklarasi Damai Pilkada Empat Lawang, Paslon Dilempar Gelas

  • Senin, 19 Februari 2018 - 21:07:55 WIB | Di Baca : 1307 Kali

 


SeRiau- Kampanye deklarasi pilkada damai di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlangsung ricuh. Informasi yang dihimpun, KPU Empat Lawang sebelumnya menggelar deklarasi damai pada Minggu 18 Februari 2018.

Dalam deklarasi tersebut, dihadiri dua pasangan calon yang akan bertarung dalam pemilihan Bupati Empat Lawang pada 2018.  


Saat paslon nomor urut satu David Hadrianto Aljufri-H Eduar Kohar (HDA-HEK) naik ke atas panggung untuk berorasi, menyinggung pendukung dari rivalnya paslon nomor urut dua Joncik Muhammad-Yulius Maulana (JM-YUS). Kondisi tersebut sempat diredam pihak keamanan setempat.
 
Namun, kericuhan tak dapat terelakan, ketika Joncik naik untuk berorasi. Pihak dari massa pendukung Aljufri memintanya untuk turun.

Sontak saja, para massa pendukung Joncik langsung memanas dan melempari pendukung lawannya dengan kursi.

Joncik yang masih berada di dekat kerumunanan massa, tiba-tiba terkena lemparan gelas dari massa rivalnya. Darah segar mengucur dari kepala Joncik.
 
Tak sampai disitu, mobil rombongan paslon nomor urut 2 ikut diserang massa saat meninggalkan lokasi. Akibatnya, kaca mobil bagian belakang pecah. Polisi akhirnya mengevakuasi paslon nomor urut 2 untuk menghindari bentrokan lanjutan.

Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, provokator dari aksi kericuhan itupun saat ini telah diamankan untuk dimintai keterangan.

"Tidak ada korban jiwa. Cuma memang paslon nomor dua terkena lemparan gelas dari massa," katanya melalui sambungan telepon, Senin 19 Februari 2018.

Tidak Diperbesar

Agus pun menghimbau kepada massa kedua bela kubu untuk tidak bertindak anarkis pasca kejadian tersebut, hingga pelaksanaan Pilkada selesai.

"Namun, kami juga minta agar kejadian ini tidak diperbesar kembali sehingga tidak terulang lagi. Kami tetap menjaga situasi agar kondusif," ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Sumsel, Aspahani, mengungkapkan pihaknya akan terus berupaya agar kejadian ini tidak terulang kembali. Bahkan, pihaknya akan meminta bantuan aparat keamanan untuk menurunkan lebih banyak personil.

"Para paslon harus menjaga para massanya jangan sampai terpancing. Kami sudah koordinasi untuk minta tambahan pasukan," katanya. (Sumber : Vivanews.com)





Berita Terkait

Tulis Komentar