MENU TUTUP

Akibatkan Karyawan Meninggal  Saat Bekerja , Komisi II Nilai Transmart Ceroboh

Kamis, 06 Juli 2017 | 13:27:56 WIB | Di Baca : 1138 Kali
Akibatkan Karyawan Meninggal  Saat Bekerja , Komisi II Nilai Transmart Ceroboh
 Pekanbaru, SeRiau- Giliran Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, memanggil manajemen Transmart Pekanbaru, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kamis (06/07/17) siang, di ruangan Komisi II DPRD Kota Pekanbaru. Buntut pemanggilan masih mempertanyakan persoalan tentang Muhammad Afif Naufal (karyawan trans studio mini) yang tewas secara menggenaskan pada 23 Juni 2017 lalu, akibat terlindas wahana permainan Roller Coaster. Dari pantauan, Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Hj Desi Susanti SSos terlihat geram. Dia langsung memeriksa berkas-berkas perizinan yang ada di Transmart dan Trans Studio Mini. Lembaran demi lembaran bundelan perizinan satu persatu dibuka seperti perizinan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) serta perizinan lainnya. "Kita bingung, kenapa perusahaan besar seperti Trans Studio ini begitu ceroboh," kata Desi, di depan manajemen Trans Studio Mini Pekanbaru yang hadir dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE  Politisi dari Partai Demokrat ini dibuat bingung dengan kejadian tewasnya teknisi yang berjaga di Roller Coaster tersebut. Atas kejadian itu, dia khawatir masyarakat jelas dibuat resah dan takut. Sebab, pasca kejadian banyak yang melihat dan menyaksikan peristiwa yang mengerikan itu. "Jangan nanti masyarakat berpikir itu (Roller Coaster,red) tidak layak. Anak saya saja jadi takut (lihat peristiwa itu). Perlu dipantau teknisinya. Jangan sampai terjadi Human Error lagi," ucap Desi. Begitu juga dengan Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE. Dia sebut, harusnya dalam menjalankan setiap usaha, manajemen harus mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat. Karena bagaimanapun juga, SDM yang baik, membuat perusahaan bertambah baik. "Kalau orang yang menjalankan sehat, pasti bagian dari yang menjalankan alat juga sehat. Dalam SOP memang sudah disampaikan. Tapi tidak semua menjalankan sistem ini dengan baik, lain tempat lain cara," terangnya. Insiden tewasnya karyawan di Trans Studio Pekanbaru itu, jelas menjadi sebuah ketakutan. Karena dalam setiap permainan wahana, tingkat keamanan harus diutamakan. "Kalau terjadi pada pengunjung bagaimana. Wahana itu (Roller Coaster,red) termasuk yang mempunyai resiko tinggi dan juga peminat tinggi," paparnya. General Manager Enginner Trans Studio/Trans Kreasindo, Benny Benyamin, membantah kalau pihaknya dianggap ceroboh. Menurutnya, seluruh karyawan yang ada di Trans Studio mini Pekanbaru, telah dilakukan training sebelum direkrut. Baik training in class maupun training in practice. "Jadi training itu dilakukan 40 jam baik selama satu bukan sebelum perekrutan. Training di dalam kelas maupun praktik di lapangan. Ini (training,red) suatu syarat agar operator bisa menjalankan dengan baik dan benar makanya kita latih terlebih dahulu," pungkasnya. ( BIR)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Ciptakan SDM Unggul, Edi Haryono Harapkan Tamatan SMK Akbar Kerja Sambil Kuliah

2

Siswa SMAN 7 Pekanbaru Peraih Juara di FLS2N dan Pra OSN Mendapat Apresiasi dari Sekolah

3

562 Siswa SMK Keuangan Pekanbaru Diserahkan ke Orangtua. Ini Pesan Ketua Yayasan

4

Tim Opsnal Polsek Dumai Timur Bekuk Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Pada 19 Lokasi di Dumai

5

Diawali Khatam Alquran, 151 Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru Berkemajuan Purna Wisuda