MENU TUTUP

Dwi Andhika Cendekia Penyandang Dyslexia Juara Favorit di Ajang Wajah Pesona Indonesia 2023

Kamis, 07 September 2023 | 21:25:06 WIB | Di Baca : 513 Kali
Dwi Andhika Cendekia Penyandang Dyslexia Juara Favorit di Ajang Wajah Pesona Indonesia 2023

SeRiau - Bawa nama Riau, Dwi Andhika Cendikia dalam iven Wajah Pesona Indonesia (WPI) tahun 2023 dan berhasil mendapatkan Juara Favorite WPI 2023 serta dinobatkan menjadi Duta Wisata WPI 2023, Minggu (3/9/2023).

Iven yang bertaraf Nasional itu merupakan agenda tahunan. Kali ini Wajah Pesona Indonesia (WPI) di selenggarakan oleh Flor Management di Golden Boutique Hotel, Jakarta. Kegiatan itu juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia.

Dalam iven itu para peserta akan melalui masa karantina beberapa hari, yang kemudian para perserta di seleksi dengan ketat oleh para juri.

Dwi Andhika Cendikia atau Dhika yang masih berusia 17 tahun itu merupakan anak kedua dari pasangan Jenri Ginting dan Lisa Adrianti, yang saat ini masih duduk di bangku kelas 2 (dua) SMA. Dhika yang merupakan penyandang Dyslexia merasa bangga akan prestasi yang didapatnya.

Selain dukungan dari keluarga dan orang tua, prestasi yang dicapai olehnya tidak luput campur tangan dari sosok Irvan Asmara selaku founder sekaligus pelatih AsmaraNur Modeling School Pekanbaru-Riau.

Lisa Adrianti sebagai ibu kandung Dhika, merasa bangga dan haru akan prestasi yang diraih oleh putranya. Lisa menyampaikan bahwa prestasi dapat diraih atau didapatkan walaupun dengan keterbatasan fisik maupun mental.

"Kami bangga memiliki anak seperti Dhika, kami tidak pernah malu akan keterbatasan anak kami, karna kami yakin bahwa ada sisi kelebihan yang ada didalam diri Dhika, dan Alhamdulillah anak kami dapat menorehkan prestasi dan mampu membuat provinsi Riau banga," ungkap Lisa dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga mengungkapkan bahwa Dhika lahir pada tanggal 9 Maret 2006, dan mengalami Dyslexia sejak lahir. Banyak hal sedih yang dilaluinya, Dhika selalu dikucilkan dan dibuli oleh teman-teman seumurannya, sehingga menjadi tekanan bathin bagi diri pribadi dan orang tuanya.

Akan tetapi, orang tuanya tetap tidak pernah malu memiliki anak Dyslexia dan selalu mengenalkan dunia luar dengan cara selalu membawa Dhika untuk menyalurkan bakat yang ada dalam dirinya.

"Saat ini Dhika masih menjalani teraphy dan menurut kami teraphy yang baik itu adalah teraphy keluarga, dengan selalu support dan memberikan motivasi kepadanya, kebetulan dhika memiliki hobby modeling dan teater, kami akan salurkan terus bakat yang ada dalam dirinya, sampai Ia bisa menjadi sosok yang mandiri. Kami akan selalu dampingi Dhika, kami tidak pernah malu dan menyembunyikan kekurangan anak kami," ungkapnya.

Sementara itu, Irvan Asmara selaku pelatih menyampaikan bahwa dirinya juga turut merasa bangga memiliki anak didik seperti Dhika. Menurutnya, karakter yang unik dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, membuat Irvan termotivasi melatih Dhika untuk mencapai mimpinya, serta mampu membuat orang tua, keluarga, masyarakat dan Provinsi Riau bangga.

"Asmara Nur Modeling School bisa membantu banyak orang untuk membangun kepercayaan dirinya, mengontrol semua emosi, menggali potensi yang ada dalam diri si anak. Sehingga anak tersebut bisa memiliki banyak prestasi seperti Dhika yang patut di apresiasi oleh siapapun," kata Irvan.

Irvan juga mengungkapkan kelebihan lain yang ada dalam diri Dhika, yakni untuk bacaan Al Quran dan salatnya sangat lancar. Irvan juga berharap sosok Dhika bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang banyak.

"Saya dan bersama orang tua Dhika akan selalu bersemangat untuk supportnya, dengan prestasi yang diraih oleh Dhika saat ini, mampu meningkatkan rasa percaya diri. Saya berharap semoga dengan prestasi yang diraih oleh Dhika mampu mengurangi bulian selama ini dan kita bisa lihat sekarang, orang-orang mulai menghargai Dhika dengan prestasi yang didapatkannya," sebutnya.

"Kita semua dapat belajar dari pengalaman hidup Dhika, bahwa kekurangan yang ada dalam diri seseorang bukan penghalang untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Tapi jadikanlah kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan dengan cara terus belajar, kerja keras, terus menggali potensi dan yang terpenting jangan pernah malu dengan perbedaan dalam diri kita, tapi selalu mencintai apa yang kita punya," tambahnya.


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Siswa SD Islam YLPI Riau Berhasil Wakili Riau ke Liga Indonesia di Jakarta

2

Beredar Rekaman Suara Diduga Caleg Gerindra Dapil 4 Dumai Ajakan Mencoblos Dirinya Dengan Nilai Uang Rp 200 ribu

3

63 Pleton Ramaikan PASGAPATIH III SMAN 4 Pekanbaru, Sahid: Junjung Sportifitas Saat Bertanding

4

Tradisi Petang Megang dan Pengaruhnya Dalam Perubahan Sungai Siak di Pekanbaru

5

PKS Kembali Pertahankan Kursi Ketua DPRD Pekanbaru di Pemilu 2024 - 2029