MENU TUTUP

Putra Mahkota Arab Saudi Janji Serang Kelompok Esktrimis

Jumat, 13 November 2020 | 05:57:21 WIB | Di Baca : 2095 Kali
Putra Mahkota Arab Saudi Janji Serang Kelompok Esktrimis

SeRiau - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) berjanji untuk menyerang para ekstremis dengan "tangan besi" setelah insiden pemboman di pemakaman non-Muslim di Jeddah. Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bertanggung jawab atas serangan itu.

"Kami akan terus menghadapi setiap perilaku dan ide ekstremis," kata Pangeran Mohammed dalam pidatonya di Dewan Syura, dikutip dari AFP, Jumat (13/11).

"Kami akan terus menyerang dengan tangan besi semua orang yang ingin merusak keamanan dan stabilitas kami," katanya, menurut transkrip pidato yang diterbitkan oleh Kantor Pers Saudi.

Serangan bom saat upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I itu sedikitnya melukai dua orang, termasuk seorang polisi Yunani dan seorang pejabat Saudi. Seorang warga negara Inggris juga diduga mengalami luka-luka.

Kedutaan Prancis, Yunani, Italia, Inggris dan Amerika Serikat yang menghadiri upacara peringatan tersebut mengutuk serangan itu sebagai "pengecut".

Selang sehari, ISIS mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut, dengan mengatakan itu untuk memprotes kartun satir Charlie Hebdo tentang Nabi Muhammad.

Sayap propaganda ISIS, Amaq, mengatakan serangan itu "terutama ditujukan kepada konsul Prancis atas desakan negaranya untuk menerbitkan kartun-kartun yang menghina Nabi Allah".

Pengeboman itu terjadi kurang dari sebulan setelah penusukan seorang penjaga di konsulat Prancis di Jeddah.

Kedutaan Besar Prancis di Riyadh telah mendesak warganya di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan sejak serangan di konsulat Jeddah pada 29 Oktober, hari yang sama ketika seorang pria bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di Nice di Prancis selatan.

Sejumlah negara Islam juga ikut mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dengan gigih membela hak menerbitkan kartun yang dianggap menyinggung sebagian orang, termasuk Nabi, tetapi dia juga mencoba meredakan ketegangan atas ucapannya.

Sikap Macron telah memicu gelombang protes di beberapa negara, dengan membakar foto Macron hingga menyerukan untuk memboikot produk Prancis.

Namun, Pangeran Mohammed berharap, "dunia akan berhenti menyerang simbol-simbol agama di bawah slogan kebebasan berekspresi" karena itu menciptakan "lingkungan yang subur untuk ekstremisme dan terorisme".

Serangan bom di Jeddah tercatat sebagai insiden teror kedua yang terjadi di Jeddah. Bulan lalu, warga Arab Saudi melukai seorang penjaga di konsulat Prancis di Jeddah dengan mengg  unakan pisau.

Selang sehari dari ledakan bom di pemakaman non-muslim di Jeddah, Kedutaan Besar Arab Saudi di kota Den Haag, Belanda dilaporkan diberondong tembakan, Kamis (12/11). Insiden tidak memakan korban jiwa. Kantor berita Belanda, ANP melaporkan sejumlah selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian setelah insiden tersebut. (**H)


Sumber: CNN Indonesia


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa