MENU TUTUP

2 Ribu Warga Ethiopia Didakwa Atas Aksi Protes Pembunuhan Hundessa

Jumat, 25 September 2020 | 05:37:48 WIB | Di Baca : 2382 Kali
2 Ribu Warga Ethiopia Didakwa Atas Aksi Protes Pembunuhan Hundessa

SeRiau - Sekitar 2 ribu orang di Ethiopia didakwa atas aksi demonstrasi mematikan pada akhir Juni lalu. Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk protes atas pembunuhan penyanyi populer dari Suku Oromo sekaligus aktivis setempat, Hachalu Hundessa.

"Kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah," kata Jaksa Agung setempat, Gideon Timothewos, dilansir Reuters, Kamis (25/9).

Setidaknya, ada 166 orang yang tewas dalam aksi protes yang meledak selama beberapa hari sejak Selasa (30/6). Total, ada lebih dari 9 ribu orang yang ditangkap karena terlibat dalam aksi tersebut, termasuk politisi dari Provinsi Oromiya. 

"Beberapa tersangka dan terdakwa mengeluh jika mereka dituntut atas aktivitas politik yang mereka lakukan. Tapi tidak. Mereka didakwa atas perbuatan yang mengakibatkan ratusan orang meninggal," tegas Gideon.

Gideon juga meminta agar suasana panas pasca-kematian Hachalu ini segera mereda.

"Kita harus bisa membedakan antara politik yang damai dan sah, dengan aktivitas politik dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian," pungkasnya. 

Kasus ini berawal pada 29 Juni lalu, saat Hachalu Hundessa tiba-tiba ditembak mati saat sedang mengemudi di Ibu Kota Addis Ababa. Kematian Hachalu ini langsung membuat masyarakat Ethiopia, khususnya dari kelompok etnis Oromo, berang. 

Pasalnya, Hachalu adalah salah satu musisi terbesar di Ethiopia yang memiliki suara politik kuat. Banyak lagu-lagunya yang membawa isu kebebasan bagi kelompok etnisnya. (**H)


Sumber: kumparanNEWS


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa