MENU TUTUP

Sekjen PBB Minta Kasus Kekerasan Polisi di AS Diselidiki

Selasa, 02 Juni 2020 | 05:06:17 WIB | Di Baca : 2893 Kali
Sekjen PBB Minta Kasus Kekerasan Polisi di AS Diselidiki

SeRiau - Sekjen PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya mendesak pengekangan oleh otoritas AS terhadap para protestan dan dugaan kekerasan polisi harus diselidiki.

Dilansir AFP, Guterres mengatakan protes tetap harus berjalan dengan damai, sementara "pihak berwenang harus menahan diri dalam menanggapi demonstran di AS seperti di negara lain di dunia".

"Kami telah melihat beberapa hari terakhir kasus-kasus kekerasan polisi," kata jubir Stephane Dujarric kepada wartawan di Kantor PBB, New York, di mana aksi unjuk rasa atas kematian George Flyod berlangsung setiap malam.

"Semua kasus jelas perlu diselidiki. Pasukan kepolisian di seluruh dunia perlu memiliki pelatihan hak asasi manusia yang memadai," ujarnya lagi.

"Juga perlu ada investasi dalam dukungan sosial dan psikologis untuk polisi sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik dalam melindungi masyarakat".

Dujarric mengatakan bahwa Guterres juga khawatir serangan polisi terhadap jurnalis selama protes yang telah melanda puluhan kota di AS dalam banyak kasus berubah menjadi kekerasan dan mengakibatkan pembakaran dan penjarahan.

"Ketika wartawan diserang, masyarakat diserang. Tidak ada demokrasi yang dapat berfungsi tanpa kebebasan pers," pungkasnya. (**H)


Sumber: kumparan.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa