MENU TUTUP

Kapal Pesiar Berisi 5 WNA Asal Thailand dan Inggris Terdampar di Bengkalis

Ahad, 23 Februari 2020 | 18:32:52 WIB | Di Baca : 1489 Kali
Kapal Pesiar Berisi 5 WNA Asal Thailand dan Inggris Terdampar di Bengkalis

SeRiau - Sebuah kapal pesiar terdampar di perairan Bengkalis, Riau. Kapal itu terdampar sejak tiga hari lalu atau pada Kamis (20/2) dan membawa lima WNA yang berasal dari Thailand dan Inggris.

"Mesin kapal mengalami kerusakan sehingga kapal tersebut berhenti, terombang-ambing dan akhirnya terdampar di perairan Tanjung Mayat, Kecamatan Bengkalis," kata Kepala Pos Basarnas Bengkalis, Transpiranto dikutip dari Antara, Minggu (23/2).

Traspiranto mengatakan kapal pesiar yang terdampar di Bengkalis bernama Ledy Yeeda. Sementara lima WNA dalam kapal terdiri dari empat warga Thailand dan satu orang warga Inggris.

"Identitas lima WNA tersebut empat di antaranya WN Thailand, yakni Ratdawan (46), Det (40), Master Naithan (15), Budsaba (41), dan satu asal Inggris bernama Roger Anthony (50)," ucap dia.

Sebelum terdampar, Traspiranto menuturkan kapal itu berangkat dari Singapura hendak menuju Malaysia. 

Namun dalam tengah perjalanan kapal itu mengalami kerusakan mesin sehingga akhirnya terbawa arus hingga ke perairan Bengkalis.

"Kapal tersebut ditemukan pertama oleh Sineriyo yang merupakan karyawan PT Meskom," ujar dia.

Lebih lanjut, Traspiranto mengatakan lima WNA itu sudah dibawa ke rumah sakit Bengkalis untuk diperiksa lebih lanjut. Termasuk pemeriksaan untuk memastikan mereka bebas dari virus corona. (**H)


Sumber: kumparan.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban