MENU TUTUP

Ketua Parlemen Dilantik Jadi Presiden Sementara Tunisia

Jumat, 26 Juli 2019 | 06:13:13 WIB | Di Baca : 1397 Kali
Ketua Parlemen Dilantik Jadi Presiden Sementara Tunisia

SeRiau - Presiden Tunisia Beji Caid Essebsimeninggal dunia di usia 92 tahun. Ketua Parlemen Tunisia, Mohamed Ennaceur, pun dilantik sebagai presiden sementara setelah wafatnya Essebsi.

Dilansir dari Reuters, Jumat (26/7/2019), Ennaceur dilantik beberapa jam setelah wafatnya Essebsi dalam transisi kekuasaan yang mulus.

Selain itu, Tunisia akan menggelar pemilihan presiden pada 15 September. Hal tersebut disampaikan Komisi Pemilihan Independen usai meninggalnya Presiden Essebsi.

Dilansir dari BBC, Kamis (25/7), Essebsi meninggal pada usia 92 tahun sebagai presiden tertua di dunia. Dia sempat mendapat perawatan di rumah sakit pada hari Rabu.

Essebsi memenangkan Pemilu bebas pertama Tunisia pada tahun 2014 setelah Arab spring yang terjadi di negara itu. Sebelum wafat, Essebsi juga sempat dirawat di rumah sakit bulan lalu setelah menderita krisis kesehatan yang parah.

Awal tahun ini, Essebsi mengumumkan dia tidak akan maju lagi dalam pemilihan yang rencananya digelar November.

Pada pertemuan partai Nidaa Tounes yang berkuasa, Essebsi mengatakan seseorang yang lebih muda harus mengambil alih. Dia mengatakan sudah waktunya untuk membuka pintu bagi kaum muda untuk memimpin.

Sebelum menjadi presiden, Essebsi adalah seorang pengacara yang menempuh pendidikan di Paris. Dia juga pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri dan Ketua Parlemen. (**H)


Sumber: detikNews


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban