MENU TUTUP

Gempa 6,8 Skala Richter Picu Peringatan Tsunami Di Jepang

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:02:36 WIB | Di Baca : 1497 Kali
Gempa 6,8 Skala Richter Picu Peringatan Tsunami Di Jepang

SeRiau - Negeri sakura, Jepang, kembali diguncang gempa bumi. Gempa berkekuatan awal 6,8 skala richter itu mengguncang wilaya di barat laut Jepang di sekitar prefektur Niigata pada Selasa malam (18/6).

Guncangan gempa yang cukup kuat mampu merusak sejumlah bangunan dan memicu peringatan tsunami.

Gempa terjadi pukul 22.22 waktu setempat pada kedalaman 10 km. Channel News Asia memuat, gempa dangkal biasanya justru menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Tidak ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban dari gempa yang melanda wilayah 85 kilometer ke timur laut pulau Honshu itu.

Dikabarkan NHK, beberapa jalan lokal ditutup setelah gempa dan puluhan ribu rumah tidak memiliki listrik akibat terputusnya aliran listrik.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan untuk tsunami 0,2 m hingga 1 m di sepanjang pantai barat laut pulau utama. Para pejabat segera menghentikan layanan kereta cepat di wilayah itu sebagai tindakan pencegahan.

Sementara itu, pembangkit nuklir Kashiwazaki-Kariwa di Tokyo Electric Power tidak terpengaruh oleh gempa tersebut. Namun tujuh reaktor nuklirnya telah dimatikan.

"Semua pembangkit listrik tenaga nuklir telah melaporkan tidak ada kelainan," kata jurubicara pemerintah Yoshihide Suga.

"Goncangan kuat dapat berlanjut." Suga mengatakan pihak berwenang sedang memeriksa tanda-tanda kerusakan atau cedera. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban