MENU TUTUP

Penderita Cacar Monyet di Singapura Diperbolehkan Pulang

Kamis, 23 Mei 2019 | 20:44:44 WIB | Di Baca : 1361 Kali
Penderita Cacar Monyet di Singapura Diperbolehkan Pulang

SeRiau - Monkeypox atau cacar monyet masih menjadi perbincangan hangat di dunia. Pasalnya penyakit menular ini sempat menyerang beberapa warga di Singapura akibat sempat kontak dengan satu penderita asal Nigeria.

Namun kini mereka sudah tak lagi dikarantina dan diperbolehkan menjalani aktivitas seperti semula.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong kepada Menkes RI Nila Moeloek, saat melakukan pertemuan bilateral di Sidang WHA ke-72, di Jenewa. Pada kesempatan tersebut, dibahas tentang pengendalian penyakit monkeypox yang sempat menjadi bahan pembicaraan dan kecemasan di berbagai dunia. khususnya juga Indonesia.

"Kasus ini memang sudah ditangani secara maksimal. Satu penderita asal Nigeria dan 23 orang yang kontak dengan penderita sudah keluar dari sistem kekarantinaan dan sudah diperbolehkan untuk pulang melakukan aktivitas sehari-hari bersama dengan masyarakat Singapura yang lain," ujar Menkes Singapura Gan Kim Yong, dikutip dari siaran pers Kemenkes RI, Kamis, 23 Mei 2019.

Ia menambahkan, pemulangan mereka dari karantina dikarenakan sudah tidak ditemukan gejala dan tanda cacar monyet lagi. Hasil laboratoriumnya juga sudah membaik.
 
"Jadi di Indonesia tidak perlu heboh lagi (soal monkey pox)," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono yang turut hadir dalam pertemuan mendampingi Menkes Nila. (**H)


Sumber: VIVA


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban