MENU TUTUP

Sri Lanka Diserang Bom Kedelapan, Total 160 Orang Tewas

Ahad, 21 April 2019 | 18:37:38 WIB | Di Baca : 1416 Kali
Sri Lanka Diserang Bom Kedelapan, Total 160 Orang Tewas

SeRiau - Sri Lanka kembali diserang bom. Total ada delapan bom yang menghantam kawasan Kolombo, ibu kota Sri Lanka, sejak Minggu (21/4) pukul 12.37 waktu setempat. 

Ledakan kedelapan terjadi di sebuah rumah di pinggir utara Kolombo. Sumber kepolisian yang dikutip kumparan dari Reuters menyebut pelaku meledakkan diri di sebuah rumah ketika polisi menyergapnya. Akibatnya, tiga polisi tewas di tempat, termasuk pelaku. 

Adapun sebelumnya, yakni ledakan keenam, terjadi di sebuah hotel dekat kebun binatang nasional Kolombo. "Ada ledakan di sebuah hotel di Dehiwela dekat kebun binatang," kata seorang pejabat kepolisian. 

Dalam lima ledakan sebelumnya, pelaku menyasar tiga gereja dan tiga hotel. Yakni, Gereja St. Anthony yang menjadi lokasi awal penyerangan, Gereja St. Sebastian di Negombo, utara Kolombo, dan gereja di wilayah Batticalo, timur Kolombo. Ledakan terjadi ketika para jemaat sedang melaksanakan kebaktian Hari Paskah. 

Sementara Hotel Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel dan Cinnamon Grand Colombo ikut meledak bersamaan dengan ledakan di gereja Batticalao.

Total sudah ada 160 orang tewas dan lebih dari 400 orang mengalami luka-luka. Polisi menegaskan kemungkinan korban jiwa akan terus bertambah. 

Hingga saat ini, belum ada yang mengklaim serangan tersebut. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit setempat. (**H)


Sumber: kumparanNEWS


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban