MENU TUTUP

Al Jazeera Kecam Tulisan Petir Menggelegar Setelah Jokowi Masuk Ka'bah

Selasa, 16 April 2019 | 20:43:20 WIB | Di Baca : 1837 Kali
Al Jazeera Kecam Tulisan Petir Menggelegar Setelah Jokowi Masuk Ka'bah

SeRiau - Sebuah tulisan berjudul "Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah" yang dipublikasikan oleh situs bernama aljazera.online beredar pada Senin, 15 April 2019, kemarin. Terkait hal tersebut, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta menyampaikan klarifikasi.

Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network, Sohaib Jassim, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah memproduksi tulisan itu. Selain itu, dia menegaskan medianya tidak memiliki hubungan apapun dengan pengelola situs tersebut.

"Al Jazeera Media Network mengecam keras penggunaan nama situs yang seolah-olah mirip dengan nama media kami," kata Sohaib dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 April 2019.

Sohaib mengatakan, Al Jazeera Media Network mendesak agar pengelola situs aljazera.onlinedan situs-situs lain yang mencatut nama mereka agar segera mengganti nama karena sangat merugikan Al Jazeera Media Network. Dia menyampaikan, bahwa Al Jazeera Media Network tidak memiliki situs berita online berbahasa Indonesia hingga saat ini.

"Sebagai informasi tambahan, Al Jazeera Media Network merupakan jaringan media internasional berbasis di Qatar yang menaungi stasiun televisi Al Jazeera English Channel, Al Jazeera Arabic Channel, Al Jazeera Documentary, Al Jazeera Mubasher (Live), aljazeera.com (Bahasa Inggris), aljazeera.net (Bahasa Arab), AJ+, dan lainnya," tuturnya. (**H)


Sumber: VIVA


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban