MENU TUTUP

Wakil PM Italia Tak Mau Higuain Kembali ke Milan

Selasa, 29 Januari 2019 | 00:34:56 WIB | Di Baca : 1357 Kali
Wakil PM Italia Tak Mau Higuain Kembali ke Milan

SeRiau - Wakil Perdana Menteri (PM) Italia, Matteo Salvini, meminta agar Gonzalo Higuaintak pernah lagi menampakkan wajahnya di Kota Milan. Sebab, El Pipita berperilaku buruk selama membela klub kebanggaan warga kota mode tersebut, yakni AC Milan.

Sebagaimana diberitakan, Gonzalo Higuain menjalani masa peminjaman di AC Milan dari Juventus selama enam bulan hingga Januari 2019. Pekan lalu, striker berdarah Argentina itu akhirnya hengkang ke Chelsea juga dengan status pinjaman dari Juventus hingga akhir musim.

Salvini, yang diketahui merupakan penggemar AC Milan, geram dengan tingkah laku Gonzalo Higuain selama membela klub kesayangannya itu. Salah satunya adalah kartu merah yang diterima Higuain kala bersua Juventus pada 12 November 2018. Karena itu, Matteo Salvini enggan melihat wajahnya lagi.

“Saya berharap Higuain tidak pernah lagi menampakkan wajahnya di Milan,” ujar Matteo Salvini, dilansir dari Football Italia, Selasa (29/1/2019).

“Perilakunya sangat memalukan dan saya tidak menyukai seorang tentara bayaran seperti dirinya. Tentu saja kami menjadi lebih kompetitif tanpanya,” imbuh pria kelahiran Milan berusia 45 tahun itu.

Gonzalo Higuain sudah membuat debut resmi bersama Chelsea pada ajang Piala FA 2018-2019. Sayangnya, ia gagal mencetak gol ke gawang Sheffield Wednesday meski Si Biru menang 3-0 di Stadion Stamford Bridge. (**H)


Sumber: Okezone


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban