MENU TUTUP

Kim Jong-Un Dikabarkan ke China, Keretanya Sudah Melintasi Dandong

Selasa, 08 Januari 2019 | 06:01:25 WIB | Di Baca : 1860 Kali
Kim Jong-Un Dikabarkan ke China, Keretanya Sudah Melintasi Dandong

SeRiau - Presiden Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan sedang menuju ke ibu kota China Beijing pada Selasa (8/1). Kereta milik Kim terlihat sudah memasuki perbatasan China.

Dilansir AFP pada Senin (7/1), kereta yang secara khusus digunakan oleh Kim terlihat memasuki China pada Senin malam. Hal ini yang kemudian menimbulkan dugaan bila K akan melakukan kunjungan ke Beijing.

"Kereta sudah melewati perbatasan Dandong sekitar pukul 22.15 (waktu setempat) dan diprediksi akan tiba di ibu kota China pada Selasa pagi," ujar salah seorang narasumber AFP.

Kim Jong-un sudah mengunjungi China sebanyak tiga kali pada tahun 2018. Ia pun bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. 

China adalah sekutu dekat Korea Utara. Keduanya mempunyai hubungan diplomatik yang kuat karena hubungan dagang. Korut pun sering menerima bantuan dari China.

Pertemuan antara Kim dan Xi Jinping sebelumnya juga tidak dijadwalkan. Pada Maret 2018, spekulasi kedatangan Kim Jong Un ke China juga terdengar ketika kereta yang sama memasuki perbatasan China.

Hingga kini, belum ada konfirmasiresmi apakah benar Kim Jong-un ataupun petinggi pemerintahan Korut lainnya yang ada di dalam kereta tersebut. Akan tetapi di Kota Dandong, perbatasan China dan Korea Utara, sudah ada penjagaan ketat dan penutupan stasiun sebelum kereta tersebut lewat. (**H)


Sumber: kumparanNEWS


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban