MENU TUTUP

Jenazah Korban Gempa Mulai Membusuk, Menkes Ingatkan Ancaman Infeksi

Selasa, 02 Oktober 2018 | 05:54:13 WIB | Di Baca : 1762 Kali
Jenazah Korban Gempa Mulai Membusuk, Menkes Ingatkan Ancaman Infeksi

SeRiau - Gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menelan lebih dari 800 korban jiwa. Memasuki hari ketiga, Menteri Kesehatan mengingatkan risiko infeksi akibat pembusukan jenazah yang mulai terjadi.

 

"Jenazah-jenazah itu dikumpulkan di RS. Dalam hal ini kami minta agar cepat dikuburkan massal dengan maksud agar (pasien) tidak tercemar penyakit yang bisa menyebabkan infeksi," kata Menkes nila F Moeloek ditemui usai Apel Siaga Persiapan Asian Para Games 2018, Senin (2/10/2018).

Dijelaskan oleh Kepala Pusah Krisis Kesehatan Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto, pembusukan jenazah dimulai pada satu jam pertama sejak kematian. Otak dan saluran pencernaan mengalami pembusukan paling cepat dan menciptakan gas sehingga jenazah menggembung.

"Pembusukan yang cepat ini yang kita khawatikan. Selain itu, cairan pembusukan jenazah ini bisa mengalir ke mana-mana. Ini sangat berbahaya bagi pasien lain, oleh karena itu seharusnya dimakamkan," kata dr Yuri.

"Pembusukan jenazah bisa menjadi lebih berbahaya pada korban yang mengalami luka terbuka," lanjutnya.

Penguburan massal dilakukan setelah lebih dahulu dilakukan identifkasi oleh kepolisian. Jika tidak ditemukan tanda pengenal, jenazah akan difoto kemudian dilabeli. Foto digunakan apabila di kemudian hari ada kerabat yang mengenalinya. (**H)


Sumber: detikHealth


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban