MENU TUTUP

Diduga Tak Diterima Disalip, Ojek Online Pukul Wartawan di Cikini

Selasa, 04 September 2018 | 23:03:27 WIB | Di Baca : 1313 Kali
Diduga Tak Diterima Disalip, Ojek Online Pukul Wartawan di Cikini

SeRiau - Jakarta Seorang wartawan televisi swasta bernama Bobby Hendrik Tobing jadi korban pemukulan seorang pengemudi ojek online di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/9/2018) sekitar pukul 17.45 WIB. Alhasil, Bobby mengalami luka di pelipis kanan.

"Itu dipukul, bukan dipukulin. Cuma dipukul aja. Kalau dipukulin kan pelakunya lebih dari satu orang. Ini kan cuma satu, jadi dipukul," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Dedi Supriadi saat dihubungi, Selasa.

Dedi menyebutkan, peristiwa pemukulan terhadap Bobby karena ada perselisihan saat tengah mengendarai sepeda motor. Namun, Dedi belum bisa memastikan lebih jauh terkait penyebab pemukulan ini.

"Nah, yang pasti ada perselisihan di jalanan. Saya juga belum tahu persisnya," ujarnya.

Lanjutnya, jika pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Metro Menteng untuk dimintai keterangannya terkait peristiwa pemukulan tersebut.

"(Pelaku) Sudah diamankan," pungkasnya.

Sementara itu Bobby ketika ditemui di Polsek Menteng mengatakan, saat itu dirinya sedang melintasi kawasan Cikini bersama istrinya dalam perjalanan pulang.

"Awal kejadianya saya lagi jalan sama istri, pas di CFC Cikini, saya nyalip pelaku dari kanan," kata Bobby.

Setelah menyalip, Ardian tidak menerima. sehingga motor Bobby ditabrak olehnya di bagian kiri.

"Saya nyalip dia nabrak ban belakang saya. Setelah ditabrak, adu mulut pun tidak terelakan, bahkan saking kesalnya dia memukul menggunakan helm ke kepala saya. Dia langsung mukul, saya balik mukul," jelasnya.

Atas kejadian itu, korban berusaha menyelamatkan istrinya. Sebab, Bobby khawatir percekcokan itu justru berimbas kepada istrinya.

"Saya takut istri saya kenapa-napa, saya selamatin dia. tapi pelaku tetap menghajar saya," bebernya.

Saat kejadian itu, Bobby mengaku sempat dikelilingi para pengemudi ojek online lainnya. Bahkan ada salah satu memegang pundaknya.

"Secara psikologis saya terintimidasi meski tidak ikut mukul, tapi ada yang megangin saya. Ini urusannya massa, saya lari ke polsek untuk membuat laporan, beruntung kurang dari satu jam pelaku berhasil ditangkap," tutupnya. (**H)


Sumber: Liputan6.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Kurikulum Merdeka Ditanah Air, Memerdekakan Pendidikan Ditanah Melayu

2

Buka Tutup. Gelper di Dumai Jadi Lahan Mencari Uang Setoran

3

Seorang Warga Dumai Kecewa Terhadap Lurah Bangsal Aceh Terkait Penolakan Peningkatan Surat Tanah

4

Hari Susu Sedunia, Apical Dumai Bagikan 3453 Susu untuk Tingkatkan Gizi Anak Sekolah

5

Kepala BPMP Riau Harapkan PPDB SMA dan SMK Harus Berkeadilan dan Merata