MENU TUTUP

Jumlah Korban Diduga Keracunan Tutut di Bogor Terus Bertambah

Ahad, 27 Mei 2018 | 23:50:59 WIB | Di Baca : 1811 Kali
Jumlah Korban Diduga Keracunan Tutut di Bogor Terus Bertambah

SeRiau - Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Budi Santoso menyebut, jumlah warga yang diduga keracunan tutut (olahan keong sawah) di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, terus bertambah.

Budi mengatakan, hari ini, Minggu (27/5), total korban yang mengalami gejala keracunan serta dirawat sebanyak 89 orang. Seluruh korban dirawat di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit di Kota Bogor.

"Jumlah korban keracunan total 89 orang. Nambah 4 orang dari sebelumnya 85 orang," sebut Budi.

Budi merinci, adapun korban yang dirawat di Puskesmas Bogor Utara sebanyak 18 orang, Puskesmas Tanah Sareal 11 orang, Puskesmas Mekarwangi 3 orang, Puskesmas Merdeka 8 orang, Puskesmas Pasir Mulia 4 orang.

Sementara untuk korban yang dirawat di RSUD Kota Bogor 15 orang, Rumah Azra 3 orang, Rumah Sakit Mulia 3 orang, Rumah Sakit Vania 1 orang.

"Ada juga yang dirawat di rumah," katanya.

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, telah menetapkan kasus keracunan massal yang dialami warga di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Kejadiannya masif, penyebabnya diperkirakan sama dari makanan tutut, kita tetapkan status KLB, yang terpenting semua korban diatasi semua," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bogor Usmar Hariman. (**H)


Sumber: Merdeka.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban