MENU TUTUP

AS dan Sekutu Tembakkan Lebih dari 100 Misil ke Suriah

Sabtu, 14 April 2018 | 13:50:11 WIB | Di Baca : 1558 Kali
AS dan Sekutu Tembakkan Lebih dari 100  Misil ke Suriah

SeRiau - Dalam serangan pertama ke Suriah, Sabtu (14/4/2018), Amerika Serikat dan sekutunya sudah melepaskan lebih dari 100 misil penjelajahnya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim, sistem pertahannya berhasil merontokkan sejumlah misil Sekutu.

"Sistem pertahanan udara Suriah berhasil merontokkan misil-misil sekutu dalam jumlah yang signifikan," demikian Kemenhan Rusia seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

"Sistem pertahanan Suriah merupakan buatan Uni Soviet lebih dari 30 tahun lalu," tambah Kemenhan Rusia.

Rusia menambahkan, serangan Sekutu itu tidak mengenai kawasan yang dilindungi sistem pertahanan Rusia terutama di sekitar pangkalan AU Khmeimim dan pangkalan AL Tartus.

Lebih jauh, Rusia mengatakan, misil-misil sekutu itu ditembakkan dari kapal-kapal perang AS di Mediterania ditambah jet-jet tembur serta pengebom strategis milik AS.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi, Amerika Serikat dan sekutunya melakukan serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Suriah.

Serangan ini dilakukan sebagai respons Amerika Serikat terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

Selain Amerika Serikat, jet-jet tempur Inggris juga beraksi menyerang sejumlah lokasi yang diduga sebagai fasilitas penyimpanan senjata kimia Suriah. (**H)


Sumber: KOMPAS.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

2

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

3

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

4

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bersyukurlah Bisa Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

5

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru