MENU TUTUP

Lima Motor Produksi Indonesia yang Lebih Laku di Luar Negeri

Rabu, 14 Maret 2018 | 10:42:32 WIB | Di Baca : 5075 Kali
Lima Motor Produksi Indonesia yang Lebih Laku di Luar Negeri

SeRiau – Indonesia adalah salah satu ‘surga’ sepeda motor di Asia Tenggara. Berbagai model motor dibuat dan dijual di Tanah Air, mulai dari jenis matik hingga motor gede atau moge.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan motor di Indonesia pada Februari 2018 sebanyak 430 ribuan unit. Sementara, jumlah motor yang didistribusikan oleh lima pabrikan motor yang tergabung dalam AISI mencapai 470 ribuan unit. Artinya, ada sebagian unit yang dialokasikan untuk ekspor.

Uniknya, tidak semua motor yang dijual di Indonesia laku keras. Ada beberapa model yang justru lebih banyak diminati di luar negeri. Salah satunya adalah Suzuki Address. Motor matik andalan Suzuki ini dijual di dalam negeri sebanyak 736 unit. Sementara, yang diekspor mencapai 1.230 unit.

Motor kedua dan ketiga masih buatan Suzuki, namun modelnya sport, yaitu GSX-R150 dan GSX-S150. Tipe R secara domestik laku 848 unit, sedangkan angka ekspornya 948 unit.

Tipe S hanya terjual 63 unit saja di bulan kedua tahun ini. Padahal jumlah yang dikirim ke luar negeri mencapai 660 unit.

Lalu, ada Yamaha R25 yang di dalam negeri hanya laku 83 unit. Jumlah ekspor motor sport bermesin 250 cc ini 1.120 unit. Nasib sama dialami Yamaha MT-25, yang terjual 110 unit saja di Indonesia, namun diekspor ke luar negeri sebanyak 1.040 unit.


Sumber VIVA.co.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa