Diduga Penipuan, Sebuah Perkumpulan Arisan Dilaporkan ke Polda Riau

  • Senin, 27 Mei 2024 - 22:48:28 WIB | Di Baca : 550 Kali

 

SeRiau - Berkedok perkumpulan sebuah arisan, puluhan orang telah menjadi korban penipuan dan mendatangi Polda Riau untuk membuat laporan pengaduan.

Para korban melaporkan salah seorang wanita inisial NPR (27) yang bertindak sebagai owner atau pemilik arisan yang di beri nama "arisanamanah_pku".

Laporan pengaduan para korban penipuan sudah di tangani intensif oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Riau dan masih dalam proses penyelidikan.

Mardiah (24) yang merupakan salah satu korban penipuan menyampaikan bahwa ia bergabung dalam arisanamanah_pku sejak tahun 2019 dan saat itu NPR selaku admin dan pada tahun 2021 NPR sudah menjadi pemilik atau owner dari arisanamanah_pku.

Mardiah juga menyampaikan bahwa NPR selalu melakukan bujuk rayu dan memberikan iming-iming dengan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat apabila mau menginvestasikan sejumlah uang kepada NPR.

Mardiah mengaku bahwa ia melakukan pengiriman dana ke pada NPR melalui via transfer secara berkala hingga mencapai nominal 30 juta rupiah, dan sesuai kesepakatan sekitar 4 maret 2024 ia menerima uang arisan yang sudah di janjikan NPR.

"Sebelum melaporkan ke Polda Riau, kami sudah berusaha menghubungi NPR dan selalu di berikan janji manis akan mengembalikan uang kami semua dalam waktu dekat," ungkap Mardiah.

Ia juga menyampaikan bahwa setidak nya ada 638 orang yang tergabung dalam grup arisanamanah_pku dan sementara sekitar 60 orang merasa menjadi korban penipuan.

Total sementara kerugian para korban sekitar lebih kurang 1,5 milyar secara keseluruhan. Mulai dari jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah masing-masing korbannya.

"Kami sudah mengirim somasi dari lawyer, sudah mendatangi rumahnya bersama ketua RT setempat akan tetapi NPR dan keluarganya hanya mengunci pintu rumah dan tidak ada yang mau menjumpai kami para korban," katanya.

"Kami juga sudah mendatangi kantor tempat NPR yang bekerja disalah satu bank yang ada di kota pekanbaru, dan berusaha berkomunikasi dengan orang tua NPR, akan tetapi terus menghindar," tambah mardiah.

Ada beberapa korban juga mengaku, bahwa mendapatkan ancaman balik dari pihak keluarga NPR apabila masalah ini sampai ke pihak kepolisian, maka uang para korban tidak akan di kembalikan.

Karna para korban sudah lama menunggu kepastian dari NPR yang di duga melakukan penipuan dan penggelapan, maka para korban mendatangi Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Riau untuk membuat laporan, Senin (13/05/2024).

"Semoga pihak kepolisian dapat memberikan keadilan kepada kami para korban, dan pelaku NPR mendapatkan hukuman serta ganjaran yang setimpal atas perbuatan zolim kepada saya dan para korban lainnya," tutup mardiah sambil menangis. Rls





Berita Terkait

Tulis Komentar