Mahyudin : Pembatalan Haji Demi Keselamatan Jamaah

  • Jumat, 11 Juni 2021 - 13:56:35 WIB | Di Baca : 6251 Kali
Kepala Kemenag Riau, Mahyudin saat memberikan penjelasan penbatakan haji 2021M/1442H

 

SeRiau - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau nampaknya risih juga dengan simpang siurnya pemberitaan yang berkembang saat ini terutama seputar pembatalan kembali keberangkatan calon jamaah haji di tahun 2021M/1442H ini.

Menurut Kepala Kemenag Riau, Mahyudin, pembatalan keberangkatan tersebut hanya semata-mata untuk keselamatan, kesehatan dan keamanan calon jamaah haji

Loading...

"Banyak berita hoax atau negatif yang berkembang di tengah masyarakat tentang pembatalan keberangkatan calon jamaah haji tahun ini. Jadi perlu kami luruskan bahwa pembatalan tersebut hanya semata-mata untuk keselamatan, kesehatan dan keamanan dari jamaah. Karena semakin 'mengganasnya' penyebaran Covid-19 diseluruh penjuru dunia termasuk Indonesia,"ujarnya.

Demikian penjelasan resmi yang disampaikan dihadapan Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam yang ada di Provinsi Riau dan awak media, Jumat (11/06) dalam meluruskan pemberitaan negatif yang berkembang Ditegaskan, mengenai isu yang berkembang seperti dana haji yang sudah habis terpakai untuk infrastruktur, membayar hutang negara dan sebagainya tidaklah benar.

"Jadi inilah kita luruskan bahwa batalnya keberangkatan tidak ada kaitannya dengan pemberitaan miring tersebut. Tapi Keputusan Menteri Agama No 660 tanggal 3 Juni 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 2021 murni karena menjaga keselamatan, kesehatan dan keamanan jamaah dari ganasnya penyebaran virus Corona saat ini," kata Mahyudin lagi lantang.

Ditambahkan juga, hingga saat ini pihak Arab Saudi belum ada melakukan atau mengundang negara manapun untuk pelaksanaan haji atau pemberian kuota haji termasuk Indonesia. "Memang Indonesia sudah mengambil kebijakan membatalkan pelaksanaan haji tahun ini. Karena waktu haji tinggal sekitar dua bulan lagi, sementara pihak Arab Saudi belum juga memberikan kuota haji. Jadi dipandang tidak akan bisa dilakukan untuk persiapan, walau diberi kuota 5% dari kuota normal sekalipun,' jelasnya lagi. (Imt)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar