Relawan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Deklarasi Damai

  • Ahad, 02 September 2018 - 22:03:02 WIB | Di Baca : 1016 Kali

SeRiau - Puluhan relawan dari dua kubu calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendeklarasikan aksi damai untuk Indonesia. Kedua kubu tim sukses di Kalimantan Selatan itu sama-sama berharap pelaksanaan Pilpres 2019 dapat berjalan kondusif tanpa gesekan. 

Dengan disaksikan puluhan pasang mata, kedua perwakilan kubu tim sukses bergantian menyampaikan harapan tentang tujuan yang hendak dicapai bersama. Setelah itu, kedua kubu mendeklarasikan bersama poin kesepakatan. 

Perwakilan tim pendukung Joko Widodo-Ma’ruf, Amin, Anang Rosadi Adenansi, mengatakan kegiatan ini untuk meredam polimek yang berkembang di media sosial. Ia mencontohkan seandainya ada sedikit isu yang memanaskan di media sosial atau di lapangan, timnya segera ikut memberi pemahaman. Menurut dia, masyarakat mesti tahu seperti apa pilpres atau kabar bohong alias hoax.

Loading...

"Ketika orang diarahkan kepada hal-hal negative, maka orang akan cenderung negatif, misalnya sesuatu kebenaran disampaikan oleh orang yang tidak benar maka kebenaran akan menjadi tidak seperti kebenaran,” kata Rosadi kepada awak media disela Deklarasi Damai yang bertempat di Hotel Victoria, Banjarmasin, Minggu (2/9/2018).

Deklarasi ini, kata Rosadi, merupakan awal dari keinginan kawan-kawan semua agar menghindari berita hoax yang cenderung menghasut. "Seperti ketika ada polemik di media sosial, kalau perlu kita undang mereka ke rumah agar mereka melihat fakta-fakta yang benar," terangnya.

Sementara itu, perwakilan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uni, Aspihani Ideris, mengatakan kegiatan deklarasi damai demi menyatukan sebuah pandangan membangun kebersamaan di tengan perbedaan politik.

Ia berharap Pilpres 2019 berjalan aman, damai, dan lancar. “Insya Allah kita semua bekerjasama untuk memastikan pilpres akan datang tidak terjadi keributan atau kerusuhan seperti yang terjadi di daerah lain,” paparnya. Menurut dia, sebuah konflik dipicu tidak sinkronnya kedua kubu pendukung calon. 

“Kami berharap pilpres nanti tidak ada yang bertindak anarkis dan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak masyarakat,” beber Aspihani.

Berikut petikan surat kesepakatan damai Pilpres 2019:

Kami, yang bertanda tangan di bawah ini mewakili masing-masing pendukung atau relawan Pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019 dengan ini menyatakan bahwa kami telah melihat dan mencermati perkembangan politik nasional dalam rangka pemilihan presiden 2019 antara pasangan Jokowi-Ma'ruf amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, dimana situasi yang sangat tidak kondusif antara pendukung calon presiden dan bahkan cenderung mengarah kepada anarkisme yang bersifat baik secara verbal maupun non-verbal serta media sosial yang sudah tidak dapat dikontrol terlebih cenderung mengarah kepada perpecahan antar umat bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh karenanya, kami yang tergabung dalam pendukung masing-masing calon maka dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

1.Meminta kepada masing-masing pasangan calon presiden untuk dapat mendinginkan suasana dan dapat mengontrol situasi yang sedang dalam keadaan memanas terhadap pendukung masing-masing.

2.Meminta kepada seluruh media baik dalam bentuk cetak maupun elektronik dan media online agar kiranya dapat menjadi Pers yang damai bukan sebagai Pers yang berpotensi sebagai pengadu domba.

3.Meminta kepada pihak kemeninfo dan pihak cyber crime Polri serta Bin agar melakukan tindakan-tindakan dalam gerakan yang cepat untuk memonitoring perkembangan-perkembangan yang ada di dalam media sosial yang mengarah kepada fitnah, adu domba, dan berita-berita hoax atau berita yang bersifat agitatif dan segera melakukan tindakan represif dengan melakukan pemblokiran terhadap akun-akun yang digunakan berbagai pihak.

4.Meminta kepada politisi nasional yang ada dalam masing-masing partai politik mendukung untuk menjaga sikap baik ucapan maupun tindakan yang tidak bermartabat.

5.Persoalan terbesar bangsa adalah lemahnya peran fungsi partai dan anggota legislative dalam menjalankan kewenangannya untuk mengontrol jalannya pemerintahan dan bahkan cenderung anggota DPR RI/DPD/DPRD hanya mementingkan partai politik pengusung dan kelompoknya.

6. Semua pihak yang telah terlibat dalam proses Pilpres agar kiranya menjunjung tinggi azas demokrasi, kebebasan berserikat download pendapat kita harus menghargai perbedaan masing-masing pihak agar berperilaku, bermartabat, serta memiliki kesantunan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri khususnya menjegal, menghujat dan melakukan tindakan fitnah terhadap pihak lain.

7. Mohon kiranya untuk masing-masing pimpinan para relawan agar tidak mengendalikan Massanya sehingga pesta demokrasi dalam rangka memilih Presiden dan wakilnya serta legislative tahun 2019 dapat berjalan dengan damai aman terkendali tanpa ada perpecahan yang membuat negara ini semakin menjadi kacau.

Demikian pernyataan bersama pendukung pasangan calon presiden ini kami buat agar kiranya dapat dijadikan sebagai pegangan untuk masing-masing pihak dalam memberikan dukungan terhadap masing-masing calon. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar