Bupati Heran 40 Anak Kundur Ikut Sleeksi di SPN Hanya 4 Yang Lolos

  • Senin, 07 Agustus 2017 - 16:14:25 WIB | Di Baca : 1243 Kali

KARIMUN, SeRiau - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku heran banyak anak-anak Kundur khususnya dan Kabupaten Karimun pada umumnya 90 persen tak lolos di Sekolah Polisi Negara (SPN) Tanjungbatu-Polda Kepri. Padahal mereka telah mendaftar dan mengikuti berbagai macam tahapan namun tak berhasil.


"Data yang saya terima anak-anak Kundur yang ikut seleksi SPN ada 40 orang, tapi yang lolos hanya empat orang. Secara keseluruhan anak Kabupaten Karimun yang lolos pun cuma enam orang. Oleh karena itu kita harus melakukan evaluasi. Nanti saya akan ke SPN untuk melakukan komunikasi dan koordinasi, apa yang membuat anak-anak tempatan ini greednya itu bisa berada dibawah sehingga tak lolos," kata Rafiq, Senin (7/8).

Rafiq mengaku memang sangat berharap agar putra daerah banyak yang lolos, dengan alasan SPN berada di Pulau Kundur. Namun ia menyadari memang terdapat beberapa kelemahan yang belum dapat diketahui secara pasti. Bisa saja lemah dari segi tes kesehatan yang berada dibawah standar, termasuk tes kemampuan dasar (TKD), tes psikolog dan lainnya.

"Jadi saya akan melihat nanti bahwa evaluasi kita dimana kekurangan kita ini. Oleh karena itu saya mintakan kepada Dinas Pendidikan bekerjasama dengan pihak SPN dan Polda, agar ditahun 2018 anak-anak kita yang memang memiliki keinginan masuk SPN ini diberikan. Sehingga dalam mengikuti tes kesehatan dan semua tahapan tes bisa semakin baik hasilnya. Saya pun merasa memang tes psikolog sedikit berat karena anak-anak 

kita tidak punya persiapan. Apa lagi dalam tes itu seperti dilakukan mendadak, sepintar apapun kalau tes psikolog akan kebingungan," jelas Rafiq.

Rafiq berjanji akan mengupayakan ada lulusan SPN yang merupakan putra daerah lebih baik lagi dari tahun ini dengan jumlah yang lebih banyak. Dengan melakukan berbagai macam persiapan. Sayangnya Rafiq tampak ragu saat akan menganggarkan untuk pendampingan pelatihan dan pembinaan bagi siswa yang berminat mendaftar di SPN. Namun ia mengaku akan mempelajari aturan mana yang membolehkan.

"Tapi saya sudah minta kepada Dinas Pendidikan agar tahun depan untuk mulai membuat pembinaan itu," pintanya.

Disinggung Pemkab Karimun sudah cukup lama meminta kepada Polda agar greednya dibuat standar sesuai kemampuan putra daerah, Rafiq mengakui memang sudah berkoordinasi dengan Polda Kepri, namun ternyata standar tersebut merupakan aturan secara nasional, sehingga tidak dapat diberikan penilaian standar khusus.

Seperti diketahui, sejak Senin siang (7/8) sebanyak 227 peserta yang lolos sudah tiba di SPN Tanjungbatu untuk dididik. Yang diawali dengan apel penerimaan peserta didik angkatan kedua di lapangan SPN, Rabu (9/8).(*)





Berita Terkait

Tulis Komentar