Seriau,- Perayaan Imlek Bersama 2026 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H, panitia Imlek bersama mengimbau agar seluruh warga tionghoa untuk saling menghormati dan menjaga nilai nilai toleransi.
Hal ini dikatakan ketua panitia imlek bersama Djohan saat melakukan Konferensi Pers Panitia Imlek Bersama 2026 di Kantor Yayasan Marga Huang Pekanbaru, Rabu (11/2) sore.
Hadir dalam konferensi pers panitia imlek bersama tersebut ketua panitia Djohan Oei (Marga Huang Pekanbaru), Karim Ong, Waket Panitia, diwakili Sucandra (Liok Kui Tong-Enam Marga Bersaudara Pekanbaru), Lindawati ( Ketua PSMTI Riau).
Hadir juga Ket Tjing (Permabudhi Riau/MAPANBUMI), Alex Sidik (Walubi Pekanbaru), Akmal (HTT Pekanbaru), Harry Suwandi (HBT Pekanbaru ) dan. Erna Willianti (Witama School)
Dikatakan Djohan, perayaan Imlek bersama tahun kuda Api ini akan dilaksanakan, Minggu (22/2) jam 13.00 di Hotel Furaya Pekanbaru. Segala persiapan sudah rampung mulai dari undangan yang akan hadir, bentuk kegiatan hingga pengisi acara sudah hampir 100 persen rampung.
" Kita juga sudah audensi dengan Plt Gubri dan Forkompinda dan mereka bersedia hadir di Perayaan Imlek bersama tahun kuda api. Perayaan kita laksanakan secara sedehana karena bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Mari kita hormati dan menjaga toleransi umat islam yang menjalankan puasa," kata Djohan
Terkait dengan detik detik pergantian tahun cina yang biasa digelar dijalan karet tetap dilaksanakan. Hanya saja, pelaksanaan tidak semeriah seperti pergantian tahun cina sebelumnya.
" Pelepasan kembang api ke udara pada Senin (16/2) malam pukul 23.59 tidak ada. Hal ini untuk menghargai umat islam yang melaksanakan sholat terawih," kata Djohan.
Pemasangan lampu lampion di jalan karet sebelum perayaan imlek sudah dimulai sejak 10 februari hingga 4 maret dengan jumlah lampion sebanyak 880 buah."
Bagi warga pekanbaru bisa menyaksikan kemeriahan lampu lampion malam hari dijalan karet. Masyarakat bisa memanfaatkan lampu lampion untuk berswafoto.
Sementara Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau Lindawati menyampaikan perayaan Imlek bersama 2026 dilakukan secara sederhana. Mengingat, perayaan imlek bersama bertepatan di bulan ramadhan.
" Kita harus menghargai saudara saudara kita yang melaksanakan ibadah puasa. Mari kita rayakan perayaan imlek bersama ini sebagai ajang silaturahmi warga tionghoa yang ada di pekanbaru maupun diluar pekanbaru," kata Lindawati.
Walubi Pekanbaru Alex Sidik juga berpesan kepada warga tionghoa, momen imlek ini bisa dijadikan untuk mempererat persaudaraan dan saling bersilaturahmi, saling kunjung satu sama lain agar hubungan silaturahmi tidak terputus.
Hal yang sama juga dikatakan tokoh masyarakat Erna Willianti (Witama School) mengatakan perayaan imlek ini sudah menjadi budaya dan tradisi di Indonesia. Perayaan Imlek ini merupakan perayaan pergatian tahun cina.
" Tahun ini pergantian shio ular ke shio kuda api. Dengan harapan tahun ini, ekonomi semakin membaik dengan cara usaha, kerja keras, semangat yang kuat, berinovasi dan kreatif untuk membangkitkan ekonomi," kata Erna.
Sementara Ket Tjing dari Permabudhi Riau mengatakan tradisi sebelum pergantian tahun cina biasanya warga tionghoa membersihkan rumah, vihara sebagai bentuk harapan baru ditahun baru. (zal)