Seriau,- Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema" Strategi Komunikasi Langsung melalui Bahasa Indonesia dalam Upaya Tangkal Paham Radikalisme".
Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 20 Desember 2025 di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Pekanbaru, Jadirejo, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru dengan diikuti oleh 29 partisipan yang terdiri dari pengasuh serta anak didik dari panti asuhan.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengertian, ciri-ciri, dan bahaya paham radikalisme bagi individu serta dampak buruknya di lingkungan yayasan/panti asuhan.
Sasaran utama kegiatan ini adalah pengasuh dan anak didik sebagai aktor utama dalam upaya pencegahan perilaku yang mengarah kepada radikalisme di lingkungan panti asuhan.
Kegiatan dibuka oleh mahasiswa Teknik Mesin UMRI oleh Aziz yang bertindak sebagai pembawa acara. Kemudian disambung dengan pembacaan do’a oleh Shahqi yang berlangsung khidmat.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh 4 narasumber dari mahasiswa UMRI. Materi pertama disampaikan oleh Jannah Cahya dengan judul “Pengertian dan Ciri-Ciri Paham Radikalisme.”
Dalam paparannya, Cahya menyampaikan bahwa Radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan secara ekstrem dan memaksa, sering disertai intoleransi dan kekerasan, serta bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kebhinekaan.
Dia juga menekankan pentingnya mendeteksi ciri-ciri paham radikal agar kita dapat mengenali dan mencegah penyebarannya sejak dini, tidak mudah terpengaruh ajakan ekstrem, serta menjaga diri dan lingkungan agar tetap aman, toleran, dan damai.
Materi kedua disampaikan oleh Agung yang membahas “Bentuk dan Dampak Langsung Radikalisme di Lingkungan Sekolah.” Agung menjelaskan bahwa tindakan seperti memilih-milih teman berdasarkan suku, ras, dan agama di lingkungan panti merupakan salah satu bentuk sikap radikalisme.
Ia juga menyampaikan sikap seperti itu akan berdampak buruk dan menciptakan suasana lingkungan yang tidak harmonis sehingga memungkinkan timbulnya perpecahan.
Selanjutnya, materi ketiga dibawakan oleh Isna dengan topik “Pengertian dan Contoh Komunikasi Langsung.” Isna menjelaskan bahwa salah satu strategi dalam upaya mencegah paham radikalisme ini dengan pendekatan komunikasi secara langsung di lingkungan panti asuhan.
Dirinya menekankan bahwa pendekatan ini lebih sesuai diterapkan pada pelaku anak didik agar pesan-pesan tentang bahaya radikalisme dapat disampaikan secara jelas, empatik, dan sesuai dengan kondisi peserta.
Selain itu, pendekatan ini efektif menumbuhkan nilai toleransi, sikap kritis, dan rasa kebersamaan, karena disampaikan melalui bahasa yang sederhana dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Materi keempat sekaligus terakhir disampaikan oleh Gilang dengan tema “Efek Utama Komunikasi Langsung Dalam Menangkal Paham Radikalisme.” Materi ini menyoroti pentingnya Komunikasi yang efektif dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, tidak provokatif, serta menghargai perbedaan pendapat.
Gilang juga menjelaskan bahwa Melalui sikap terbuka dan dialog dua arah, komunikasi yang baik memberi ruang bagi klarifikasi, pertanyaan, dan diskusi sehingga kesalahpahaman atau informasi keliru yang sering dimanfaatkan oleh paham radikal dapat diluruskan.
Ia juga mendorong para pengasuh untuk aktif membangun ikatan emosional yang sehat dengan anak-anak mereka. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan partisipasi dari beberapa anak didik.
Peserta terlihat antusias menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Salah satu tanggapan datang dari adik Arif, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun kedekatan emosional agar tiap anak didik tidak mudah untuk di provokasi dan selalu harmonis.
" Saya sangat berterima kasih kepada abang kakak Mahasiswa UMRI karena sudah membantu dalam kegiatan sosialisasi ini, terutama dalam pencegahan paham radikalisme di lingkungan Panti, dimana pencegahan sikap radikalisme ini penting untuk diketahui sejak dini.“ ujar Adik Arif.
Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan ditutup dengan pemberian makanan ringan kepada peserta didik sekaligus ucapan terima kasih dari tim pelaksana, serta sesi dokumentasi.
Kegiatan ini merupakan hasil dari serangkaian tugas mahasiswa Teknik Mesin UMRI pada mata kuliah Bahasa Indonesia, yang dilaksanakan secara kolaboratif antara mahasiswa dengan pihak Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Pekanbaru.
Pendekatan secara humanis yang digunakan untuk menyampaikan informasi diharapkan mendorong dialog, kesadaran, serta hubungan harmonis antar masyarakat yang berada di wilayah sekitar panti asuhan.
Kegiatan sosialisasi pencegahan sikap radikalisme ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah awal yang konkret dalam menciptakan lingkungan sosial yang toleransi, sehat, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.(***)