SeRiau - Kepolisian Sektor Bangko Polres Rokan Hilir melarang penyelenggaraan pesta kembang api pada saat momen tahun baru di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir.
Kapolsek Bangko AKP Buyung Kardinal, SH, MH menjelaskan, larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melalui Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang secara tegas tidak memberikan izin pesta kembang api di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Kapolsek Bangko arahan tersebut berlaku nasional dan wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran kepolisian hingga daerah sebagai bagian dari kebijakan pengamanan dan pengendalian situasi sosial pada momentum pergantian tahun.
“Arahannya jelas, tidak ada izin pesta kembang api di seluruh Indonesia khususnya di Kecamatan Bangko Rohil, kami melaksanakan arahan tersebut secara penuh dan konsisten,” ujar Kapolsek Buyung.
Ia menjelaskan, larangan pesta kembang api diambil dengan pertimbangan kemanusiaan dan kepekaan sosial, mengingat masih banyak masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak bencana alam dan tengah berada dalam suasana duka.
“Di tengah kondisi seperti ini, tidak elok merayakan pergantian tahun dengan euforia berlebihan. Yang lebih tepat adalah refleksi, doa, dan solidaritas,” tegasnya.
Selain alasan kemanusiaan, Kapolsek juga menegaskan, larangan pesta kembang api juga didasarkan pada pertimbangan keamanan dan keselamatan publik.
Aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, kecelakaan, serta risiko kebakaran yang berulang setiap malam Tahun Baru.
“Pendekatan pencegahan menjadi pilihan utama. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Polsek Bangko mengedepankan edukasi dan imbauan, serta membangun kesadaran bersama dengan masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa ini bukan soal pembatasan, tetapi soal kepedulian dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kapolsek Bangko juga mengajak masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna dan positif, tanpa mengurangi esensi kebersamaan.
“Tahun Baru adalah momentum untuk menata ulang niat dan komitmen. Mari kita sambut dengan ketenangan, kepedulian, dan semangat menjaga satu sama lain,” pungkasnya. (rls)