Seriau,- Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi Pancasila bertema radikalisme berjudul “Menjunjung Keadilan Anti Diskriminasi” di Panti Asuhan Rumah Bahagia Pelita Kasih yang beralamat di jalan Riau GG. Wirakarya pada Minggu (14/12/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Pancasila yang diampu oleh bapak Dodi Asmara, S.Sos., M.Si selaku dosen mata kuliah tersebut, yang bertujuan untuk menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama tanpa memandang perbedaan latar belakang, seperti suku, agama, ras, gender, kondisi fisik, maupun status sosial.
Prinsip ini menolak segala bentuk perlakuan tidak adil yang didasarkan pada prasangka atau stereotip tertentu. Acara diikuti oleh 15 anak panti dari jenjang SD hingga SMA. Kegiatan dibuka oleh Yolansari Sianturi sebagai MC formal dan Non Formal, dilanjutkan oleh penyampaian materi tentang “Menjunjung Keadilan Anti Diskriminasi” oleh Mikha Elsa Butar Butar.
Dalam penyampaian materi, anak-anak diperkenalkan pada kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlakuan yang sama. Namun, nilai keadilan kerap ternodai oleh praktik diskriminasi yang masih terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, menjunjung keadilan anti- diskriminasi menjadi langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan beradab.
Peserta juga belajar tentang bentuk – bentuk diskriminasi yang dapat muncul dalam berbagai bentuk misalnya, tidak pilih-pilih teman, perlakuan tidak adil di lingkungan sekitar, perundungan berbasis identitas seperti suku, agama, ras, gender, kondisi fisik, maupun status sosial.
Praktikpraktik tersebut tidak hanya merugikan individu yang menjadi korban, tetapi juga menghambat
kemajuan sosial secara keseluruhan. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi games yang di pandu oleh Aulia Ichsandra dan Dhea Rahma Dhani yaitu
1. Games susun kalimat tentang materi radikalisme Permainan ini berisi jawaban dari pertanyaan tentang materi yang sudah dijelaskan agar anak-anak mampu memahami makna dari tolak radikal.
2. Fun Games ikuti lawan kata
Permainan ini dapat melatih konsentrasi anak karena setiap peserta harus melakukan gerakan
sesuai dengan lawan kata yang diucapkan oleh MC.
Selain sosialisasi, para mahasiswa juga menyalurkan donasi berupa uang, pakaian dan makanan
yang dititipkan kepada Pengurus Panti yaitu bapak Yandry Tommi Bekuliu SE.Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau yang ikut dalam kegiatan sosialisasi berharap anakanak panti menciptakan ruang hidup yang aman, adil, dan bermartabat bagi semua orang.
Dengan menegakkan prinsip kesetaraan dan menolak diskriminasi dalam segala bentuknya, anak - anak
dapat melangkah menuju masa depan yang lebih harmonis dan berkeadilan sosial.
Salah satu peserta, Beben, menyampaikan rasa senangnya atas kegiatan ini." Kakak-kakaknya seru dan baik. Permainannya bikin kami semangat. Kami senang sekali dan berharap kakak-kakak bisa datang lagi ke sini,” ungkapnya dengan antusias.
Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada kelompok yang menang serta sesi foto bersama seluruh peserta dan pengurus panti (***)