Cegah Radikalisme Lewat Kata kata, Mahasiswa Akutansi UMRI Sosialisasi Bijak Berbahasa di Dunia Maya di Panti Asuhan Pelita Kasih

  • by Redaksi
  • Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:54:19 WIB

 

Seriau,- Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi Bahasa Indonesia bertema radikalisme berjudul “Bijak Berbahasa di Dunia Maya, Cegah Radikalisme lewat kata-kata” di Panti Asuhan Rumah Bahagia Pelita Kasih yang beralamat di jalan Riau GG. Wirakarya pada Minggu (14/12/2025)

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh bapak Ripi Hamdani, S.Pd., M.Pd selaku dosen mata kuliah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan resiliensi anak-anak dengan membekali mereka dengan kemampuan mengidentifikasi dan menggunakan bahasa yang etis serta membedakan antara informasi yang benar dan hoaks, sehingga mereka mampu menolak segala bentuk propaganda, narasi kebencian, atau ajakan kekerasan berbasis ideologi radikal yang disebarkan melalui dunia maya.

Acara diikuti oleh 15 anak panti dari jenjang SD hingga SMA. Kegiatan dibuka oleh Yolansari Sianturi sebagai MC formal dan Non Formal, dilanjutkan penyampaian materi tentang “Bijak Berbahasa di Dunia Maya, Cegah Radikalisme lewat kata-kata” oleh Dhea Rahma Dhani.

Dalam penyampaian materi, anak-anak diperkenalkan pada berbagai bentuk penggunaan bahasa yang dapat memengaruhi seseorang secara halus, baik melalui ajakan teman, pesan media sosial, komentar di sosial media, maupun percakapan sehari-hari.
Peserta juga belajar membedakan ajakan positif, ajakan manipulatif, serta ciri bahasa persuasif 
yang dapat membawa pengaruh negatif.

Materi ini disampaikan dengan contoh sederhana, sehingga dapat dipahami oleh anak-anak dari berbagai tingkat pendidikan. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi games yang di pandu oleh Mikha Elsa Butarbutar dan Aulia Ichsandra yaitu 
1. Games susun kalimat tentang materi radikalisme
Permainan ini berisi jawaban dari pertanyaan tentang materi yang sudah dijelaskan agar anak-anak 
mampu memahami makna dari tolak radikal.

2. Fun Games ikuti lawan kata
Permainan ini dapat melatih konsentrasi anak karena setiap peserta harus melakukan gerakan 
sesuai dengan lawan kata yang diucapkan oleh MC.
Selain sosialisasi, para mahasiswa juga menyalurkan donasi berupa uang, pakaian dan makanan 
yang dititipkan kepada Pengurus Panti yaitu bapak Yandry Tommi Bekuliu SE.

Pemandu kegiatan sosialisasi, Yolansari Sianturi berharap anak-anak panti asuhan memperoleh kemampuan literasi digital yang kuat, sehingga mereka dapat menggunakan bahasa yang etis dan toleran di dunia maya serta mampu menolak dan melaporkan propaganda radikal atau hoaks yang menggunakan kata-kata manipulatif,

Salah satu peserta, Beben, menyampaikan rasa senangnya atas kegiatan ini." Kakak-kakaknya seru dan baik. Permainannya bikin kami semangat. Kami senang sekali dan berharap kakak-kakak bisa datang lagi ke sini,” ungkapnya dengan antusias.

Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada kelompok yang menang serta sesi foto bersama seluruh peserta dan pengurus panti (***)