Seriau- Fenomena bullying dan penyebaran paham radikalisme yang kian mengkhawatirkan di kalangan generasi muda mendorong Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pencegahan Bullying
dan Radikalisme Melalui Penguatan Nilai Pancasila” pada Minggu (7/12/2025).
Kegiatan ini sekaligus bagian dari tugas mata kuliah Pancasila yang diampu oleh Pak Dodi Asmara, S.Sos., M.Si. Hal ini menjadi bukti komitmen mahasiswa dalam mengambil peran aktif membangun kesadaran sosial sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah tantangan perubahan sosial dan perkembangan informasi yang semakin cepat.
Rangkaian acara dipandu oleh Nadia Meldiana selaku MC yang membuka kegiatan dengan semangat dan penuh hangat. Sesi inti sosialisasi kemudian disampaikan oleh Indah Mawaddah Lubis bersama tim selaku pemateri. Dalam paparannya, Indah menekankan bahwa nilai- nilai
Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman moral yang relevan untuk mencegah
perilaku menyimpang seperti bullying dan infiltrasi paham radikal di lingkungan sosial.
Tim pemateri menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis jangka panjang bagi korban. Sementara itu, radikalisme dinilai dapat mengikis rasa toleransi dan persatuan apabila tidak dicegah sejak dini melalui pendidikan
nilai kebangsaan.
Kegiatan berlangsung secara dialogis dan partisipatif. Kemeriahan acara semakin terasa berkat dukungan Jumiati, Valen, dan Yogi yang bertugas memandu sesi games interaktif untuk mencairkan suasana. Ketiganya juga berperan aktif memastikan kelancaran teknis acara,
termasuk pembagian snack dan kebutuhan logistik lainnya.
Peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, memahami dampak sosialnya, serta membangun sikap kritis terhadap
ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, Ibu Panti, dan anak-anak panti asuhan. Suasana keakraban dan semangat membara terasa saat seluruh peserta secara serentak menyerukan yel-yel: "Sang Pencerah Muda, Anti Radikalisme!"
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa UMRI berharap generasi muda memiliki kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk kekerasan, intoleransi, dan radikalisme, serta mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan yang
aman, inklusif, dan harmonis (***)