Peringati HAB ke-80, Ratusan Siswa dan Guru MAN 3 Pekanbaru Goro Bersihkan Belasan Rumah Ibadah.

  • by Redaksi
  • Jumat, 12 Desember 2025 - 13:30:00 WIB

 

Seriau,- Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, seluruh siswa MAN 3 Pekanbaru melakukan gotong royong bersama membersihkan rumah ibadah.

Gotong royong membersihkan rumah ibadah ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi.

" Saya apresiasi sekali kegiatan bersih bersih rumah ibadah yang dilakukan siswa, guru MAN 3 Pekanbaru di sekitaran sekolah. Kegiatan ini sebagai upaya menanamkan nilai nilai kerukunan dan tolenransi beragama," kata Syahrul usai melepas langsung goro siswa MAN 3 Pekanbaru, Jumat (12/13)

Syahrul mengatakan, kegiatan gotong goyong membersihkan rumah ibadah yang dilakukan siswa MAN 3 Pekanbaru berharap bisa mendekatkan diri kepada masyarakat dan masyarakat pun merasa terbantu, serta mengakui eksistensi keberadaan MAN 3 Pekanbaru ditengah tengah masyarakat.

" Apa yang dikerjakan MAN 3 Pekanbaru ini bisa menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya  bagaimana menanamkan kepada siswa cinta lingkungan, cinta kebersamaan, tidak hanya rumah ibadah umat muslim tapi juga rumah ibadah non muslim," kata Syahrul

Sementara itu, Kepala MAN 3 Pekanbaru Merry Novikawati mengatakan jumah siswa MAN 3 Pekanbaru yang terjun langsung melaksanakan gotong royong sebanyak 928 orang yang disebarkan untuk membersihkan rumah ibadah terdiri dari 14 masjid dan 1 gereja. Siswa diharuskan membawa perlengkapan gotong royong seperti cangkul, sapu, kain lap dan lain sebagainya

Selain siswa, 104 guru dan karyawan juga dilibatkan untuk mengawasi siswa membersihkan rumah ibadah. Kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon oleh guru dan siswa di sekitaran rumah ibadah.

" Masing masing rumah ibadah dibersihkan oleh siswa sebanyak 2 kelas (50 orang) diawasi oleh 6 orang guru. Hal ini agar, siswa tidak main main dan setelah selesai gotong royong baru siswa kita absen kehadirannya," kata Merry.

Kegiatan membersihkan rumah ibadah ini juga bagian dari implementasi dari Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikenal  dengan istilah Pancinta mulai dari cinta kepada tuhan, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama, ilmu dan cinta kepada lingkungan serta bangsa dan negara

" Jadi pembelajaran siswa tidak hanya di kelas menerima ilmu teori saja, tetapi siswa juga bisa melakukan kebaikan yang berdampak langsung kepada umat dan masyarakat sekitar," ujar Merry (zal)