Seriau,- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mewisuda 1.349 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-29 Program Diploma III, Sarjana, dan Profesi, Jumat (24/10) dan Sabtu (25/10) di Kampus Utama UMRI.
Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, MA mengatakan lulusan yang baru di wisuda dan diambil sumpah, jangan hanya mengejar gelar sarjana namun lulusan juga harus bisa memberi kontribusi kepada bangsa dan negara.
" Sang Pencerah bukan hanya gelar, tapi amanah besar. Jadilah cahaya yang menembus kegelapan. Sebagai pribadi yang berdampak, teruslah berkontribusi bagi bangsa dan semesta. Jadilah mentari yang cahayanya memberi tanpa pilih kasih,” kata Saidul, Jumat (24/10)
Selain itu, kata Rektor, wisudawan UMRI harus menjadi pewaris gerakan Muhammadiyah, berjiwa terbuka, inovatif, dan membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.
Rektor juga berpesan tiga hal penting kepada para lulusan: Yaitu dekatkan dengan Tuhan. Setelah menjadi sarjana, tingkatkan ibadah dan doa agar kuat menghadapi ujian kehidupan.
Lalu, berbakti kepada orang tua. Keberhasilan hari ini tidak lepas dari peluh dan kasih sayang orang tua. Tanpa mereka, kamu bukan siapa-siapa. Ketiga, berbuat baik untuk masyarakat. Ilmu akan terasa bermakna jika membawa manfaat bagi sesama.
Memasuki usia ke-17 tahun, UMRI kini memiliki 33 program studi yang mencakup jenjang D3, S1, dan S2. Tahun ini UMRI juga resmi membuka Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) berbasis nilai-nilai Islam.
Rektor menambahkan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi kampus. Selain jumlah wisudawan terbanyak sepanjang sejarah UMRI, penerimaan mahasiswa baru juga mencapai rekor dengan 3.700 mahasiswa di tahun akademik 2025/2026.
“ Karena jumlahnya banyak, wisuda kali ini kami laksanakan dua hari. Hari pertama diikuti 545 wisudawan, hari kedua 809 orang. Di antara mereka ada 76 lulusan non-Muslim. Inilah wujud UMRI sebagai rumah bagi semua anak bangsa, rahmatan lilalamin,” ujar Saidul
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Hendri Sayuti mengatakan Muhammadiyah terus memperkuat kontribusi melalui pendidikan agar mampu “mencerahkan semesta.
UMRI adalah satu dari 170 lebih perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Di Riau juga ada IPTAR (Institut Pendidikan dan Teknologi Aisyiyah Riau). Harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah terus meningkat.
"Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada UMRI dan para wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh di Umri bisa bermanfaat bagi banyak orang," kata Hendri Sayuti
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. Nopriadi, SKM, M.Kes, memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih UMRI. Saat ini UMRI memiliki akreditasi institusi B, dengan 7 program studi terakreditasi Unggul, 13 Baik Sekali, 11 Baik, dan 3 sedang proses akreditasi.
“ Dari 279 dosen, sudah ada satu guru besar, 156 lektor, dan 56 doktor. Jika setengahnya bisa naik ke jabatan guru besar, bukan mustahil akreditasi UMRI naik menjadi Unggul,” ujar Nopriadi.(zal)