Seriau,- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri) kembali yudisium dan mengambil sumpah lulusan Program Profesi Guru (PPG) prajabatan gelombang II tahun 2024, Kamis (25/9) di gedung Student Center Unri
Dekan FKIP Unri Prof Jimmi Copriady MSi mengatakan jumlah lukusaan PPG FKIP Unri kali ini sebanyak 251 orang dari 5 program studi. Kelima program studi yakni
Prodi Pendidikan Ekonomi, Prodi PGSD, Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Prodi Pendidikan Sejarah.
Dikatakan Jimmi, dengan telah dinyatakan lulus dalam PPG, dengan berbagai macam materi pembelajaran yang di berikan.
Dengan demikian, mereka ini diberikan hak dan wewenang untuk mendapatkan gelar akademik guru profesional.
" Kalau sudah dinyatakan lulus PPG maka semua yang diyudisium dan diambil sumpah hari ini sudah bisa dikatakan sebagai guru profesional," kata Jimmi, Kamis (25/9).
Menurut Jimmi, sebagai seorang guru profesional yang mendiidik anak bagsa, juga dituntut, tidak hanya memberikan anak didik unggul dalam intelektual, tapi juga membentuk akhlak yang baik.
Sebagai dekan, Jimmi berharap kepada lulusan PPG FKIP Unri dimana pun berada agar selalu menjaga nama almamater. Tunjukan bahwa lulusan PPG FKIP Unri punya kualitas yang bisa dibanggakan
" Apa yang diperoleh selama mengikuti pendidikan, dapat diterapkan ketika mengajar disekolah masing-masing nantinya. Taruhan guru profesional itu adalah masa depan bangsa," katanya
PPG FKIP Unri yang lulus ini, tidak hanya dari Riau saja tetapi juga ada
dari Bengkuku, jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepri, Lampung dan Sumatera Utara.
Sementara Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Riau (Unri) Dr Maxasai Indra SH MH mengukuhkan 251 lulusan PPG prajabatan gelombang II tahun 2024
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa, suatu negeri tanpa majunya pendidikan, dan itu erat kaitannya dengan guru, karena peran guru itu sangat strategis dan sangat penting dalam memajukan bidang pendidikan.
" Kepada para calon guru, berbangga hati lah saudara, karena saudara mendapat amanah menjalankan profesi yang paling mulia, karena ilmu yang saudara ajarkan atau ilmu yang bermanfaat akan bisa menjadi amal yang pahala nya akan terus mengalir," ujarnya.
Maxasai tak lupa mengingatkan kepada para PPG yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang sertifikat sebagai guru profesional, agar betul-betul bisa memberi sumbangsih berupa ilmu pengetahuan dan bimbingan akhlak kepada anak didik di tempat mengajar.
" Dimanapun nanti bertugas, harus siap, di kota ataupun di desa, daerah terpencil ataupun tidak terpencil, karena saudara-saudara adalah guru-guru profesional yang telah bersertifikat," katanya
Koordinator PPG FKIP Unri Dr Elfis Suanto MSi mengatkan
sesuai UU Guru dan Dosen No 14 tahun 2005 bahwa guru merupakan jabatan profesi seperti halnya dokter. Maka untuk dapat menjadi guru harus menempuh pendidikan profesi terlebih dahulu selama satu tahun setara dengan dua semester.
Mahasiswa PPG yang yudisium hari ini adalah mahasiswa PPG prajabatan gelombang II tahun 2024 yang mana mereka merupakan tamatan sarjana baik serjana pendidikan maupun non-kependidikan yang sepenuh hati mau mengabdi menjadi guru.
Mengingat guru sudah merupakan jabatan profesi seperti yang diamanatkan UU. (zal)