Perkuat Peran Pemuda Merawat Bangsa, GP Ansor Rohil Gelar FGD


 

SeRiau - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema yang bertema "Peran Pemuda Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Kegiatan itu berlangsung disalah satu hotel di Bagansiapiapi pasa Senin sore (28/7/2025). Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Plt. Asisten III Sekretariat Daerah Rohil, Mulyadi Masri, S.Sos.

FGD ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari Pelajar SMA dan MAN se-Kecamatan Bangko, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) seperti KNPI, Pemuda Muhammadiyah, NU, serta unsur masyarakat dan tokoh agama. Hadir pula sejumlah narasumber kunci dari unsur pemerintahan, TNI, dan mantan pelaku radikalisme.

Asisten III Setdakab Rohil Mulyadi menekankan bahwa peran pemuda sangat vital sejak masa perjuangan kemerdekaan, dan hingga kini tetap menjadi garda terdepan dalam memajukan bangsa.

Ia juga mengajak generasi muda di Rokan Hilir untuk memanfaatkan teknologi secara bijak serta terus mengembangkan kapasitas diri.

“Pemuda Rohil harus bisa menjadi agen perubahan dan inovasi demi kemajuan daerah. Kita harapkan semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan terus hidup di tengah pemuda,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Rohil, Indra Gunawan, SE., MH., dalam pemaparannya mengingatkan pentingnya literasi digital bagi pemuda agar tidak terjebak dalam ujaran kebencian atau penyebaran hoaks di media sosial. Ia juga menekankan pentingnya organisasi sebagai wadah pembinaan karakter dan ideologi bangsa.

“Gunakan media sosial untuk membangun, bukan menjatuhkan. Bergabunglah dengan organisasi yang membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” pesan Indra.

Disisi lain Pasi Intel Kodim 0321/Rohil, Kapten Arh Simson Siregar, memaparkan potensi ancaman aktual terhadap keutuhan bangsa, termasuk radikalisme kanan dan kiri, serta ancaman narkoba dan judi online yang menyasar generasi muda.

“Radikalisme bukan hanya persoalan agama, tapi juga ideologi yang memecah belah bangsa. Waspadai juga penyalahgunaan media sosial yang dapat memicu konflik horizontal,” tegasnya.

Pernyataan yang menyita perhatian datang dari Abdul Halim, seorang eks-napiter (narapidana terorisme) yang membagikan pengalamannya terdoktrin melalui jaringan ISIS. 

Ia mengungkapkan bahwa awal mula terpengaruh adalah lewat konten-konten di media sosial yang menanamkan kebencian dan pemahaman salah terhadap ayat-ayat agama.

“Yang mendasari saya terdoktrin adalah kebencian dan pemahaman ayat-ayat perang yang disalahartikan. Pemuda harus bisa berpikir kritis dan menjaga akidah serta nasionalisme,” ujarnya dengan penuh penyesalan.

Ketua PC GP Ansor Rohil, Imam Zarkasi, dalam kesempatan itu mengajak seluruh pemuda untuk aktif dalam gerakan kebangsaan serta menjauhi paham ekstrem dan perilaku menyimpang.

“FGD ini adalah bentuk komitmen kita dalam memperkuat identitas nasional, memperkokoh persatuan, dan menjaga keutuhan NKRI. Peran pemuda adalah kunci,” pungkasnya. (rls)