Peringatan Keras Kapolda Riau terhadap Pelaku Pembakaran Hutan di Rohil

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Rokan Hilir, Riau

SeRiau.com - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku pembakaran hutan menyusul meluasnya karhutla di Rokan Hilir (Rohil).

Peringatan ini sebagai bentuk konsistensi Polda Riau dalam upaya menindak tegas pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas kebakaran dan bencana kabut asap yang ditimbulkan di Provinsi Riau.

“Setiap tindakan pembakaran lahan adalah bentuk kejahatan serius yang mengancam lingkungan, kesehatan publik, dan masa depan generasi mendatang. Polda Riau berkomitmen untuk tidak memberi ruang bagi pelaku-pelaku perusak lingkungan,” ujar Irjen Herry Heryawan, Sabtu (19/7).

Siang tadi, Kapolda Herry Heryawan bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke titik api di Kelurahan Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Selain melakukan peninjauan di lokasi, kehadiran Irjen Herry Heryawan di lokasi juga untuk memberikan dukungan moril terhadap aparat yang telah berjibaku memadamkan api di lahan seluas sekitar 100 hektare.

Irjen Herry Heryawan menegaskan, penindakan ini merupakan bagian dari strategi Green Policing yang diterapkan secara konsisten oleh jajaran Polda Riau, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat dari bahaya asap dan kerusakan ekosistem.

"Pada kesempatan ini saya sampaikan, saya selaku pimpinan Polda Riau akan melakukan tindakan tegas, upaya hukum, termasuk mencari siapa yang melakukan pembakaran pertama kali, titik apinya dari mana," tegas dia.

Segera Tetapkan Tersangka

Polda Riau akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku pembakaran hutan tersebut. Polda Riau akan memanggil aparatur desa untuk mencari tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas bencana hebakaran tersebut.

"Setelah ini saya akan panggil kepala desa dan pihak terkait, siapa yang membuka lahan dan segera kita tentukan tersangkanya. Ini nggak main-main," katanya.

Peringatan tegas juga ia sampaikan terhadap pelaku pembakaran hutan di tempat lain. Sebagai upaya mitigasi, Polda Riau bersama Bupati Rokan Hilir akan melakukan rapat terbatas.

"Beberapa wilayah lain juga mengalami hal yang sama, makanya kesempatan ini, setelah ini Pak Bupati juga menunggu saya untuk rapar terbatas," ucapnya.

Penegakan Hukum Berkeadilan

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini menyampaikan pihaknya akan melakukan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku tanpa pandang bulu dengan tetap mengedepankan asas berkeadilan dan transparan.

"Yang pertama, tindakan tegas kita lakukan secara tepat, adil, dan transparan," imbuhnya.

Di samping itu, Polda Riau meningkatkan kolaborasi bersama intansi lain dalam upaya pemadaman api di lokasi. 

"Yang kedua, upaya ini kolaborasi antara BPBD, Pemprov, Pemda, TNI, Polri semuanya bersma-sama untuk melakukan pemadaman secara bersama-sama," katanya.

Yang tidak kalah pentingnya, Polda Riau juga akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap masyarakat akan dampak dari pembakaran hutan ini. Polda Riau terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan secara ilegal, baik itu dengan melakukan pembakaran atau perambahan hutan.

"Ketiga, upaya-upaya literasi, edukasi kepada masyarakat di sekitar tempat ini maupun di lapangan terbuka agar tidak melakukan pembukaan lahan secara ilegal, artinya membuka dengan cepat melakukan pembakaran lahan dan sebagainya," pungkasnya.

 

============

Kolaborasi Polisi-TNI-BPBD Berjibaku Padamkan Karhutla di Rokan Hilir

Aparat Kepolisian, TNI hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau berkolaborasi bersama dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Sebanyak 98 personel turun berjibaku memadamkan titik api yang ada di Kelurahan Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu.

"Hari ini kita bersama-sama dengan personel yang ada mengoptimalkan kolaborasi yang terjalin selama ini untuk sama-sama memitigasi karhutla yang ada di sini, di Sei Gajah dan Kubu," kata Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan di lokasi, Sabtu (19/7/2025).

Titik api pertama kali muncul di lokasi sekitar 5 hari yang lalu. Kondisi cuaca dan angin yang kencang membuat kebakaran meluas hingga seluas 100 hektare.

Herry Heryawan menyampaikan upaya yang dilakukan oleh jajaran sudah maksimal. Hari ini, Irjen Herry Heryawan bersama Bupati Rohil Bistamam, dan juga Dandim 0321 Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi, hadir untuk menguatkan upaya kolaborasi tersebut.

"Mudah-mudahan dengan bantuan doa dan dukungan kerja keras dari semua unsur terkait, kita bisa segera selesaikan memadamkan api agar tidak melebar ke tempat lain dan tidak memperburuk citra kita di mata nasional maupun internasional," jelasnya.

Jenderal bintang dua itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah berupaya memadamkan api selama berhari-hari. Herry Heryawan dan Forkopimda hadir untuk memberikan dukungan moril.

"Jadi Hari ini, saya langsung bersama kapolres, dan dandim yang sudah dari kemarin berjibaku. Hari ini saya hadir untuk memberikan dukungan moril kepada personel kita yang ada di sini," ungkapnya.

Irjen Herry menyampaikan dukungan sarana dan prasarana untuk memadamkan api sudah memadai. Pihaknya akan melihat perkembangan ke depan, bila diperlukan akan meminta dukungan water bombing menggunakan helikopter.

"Sarana prasarana masih memadai, masih cukup. Nanti kita lihat perkembanganya kalau sampai 7 hari atau satu minggu ke depan, kita akan lakukan meminta bantuan termasuk water bombing yang selama ini sudah dibantu baik dari perusahaan maupun TNI AU," ujarnya.

Peringatan Tegas ke Pelaku

Kapolda menegaskan pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan. Polda Riau akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Jadi pada kesempatan ini saya sampaikan, saya selaku pimpinan Polda Riau akan melakukan tindakan tegas, upaya hukum, termasuk mencari siapa yang melakukan pembakaran pertama kali, titik apinya dari mana," tegasnya.

"Setelah ini saya akan panggil kepala desa dan pihak terkait, siapa yang membuka lahan dan segera kita tentukan tersangkanya. Ini nggak main-main," ia kembali menegaskan.

Lebih lanjut pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di masyarakat akan dampak dari pembakaran hutan. Ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan upaya pencegahan bencana karhutla agar sejarah kabut asap tidak terulang kembali.

"Ini kan tuah, kekayaan alam. Kekayaan alam ini harus kita jaga bersama. Kalau kekayaan alam tidak bisa kita jaga bersama maka citra, status, identitas kita jelek. Stigma ini sudah terbangun, Riau ini penghasil asap. Kita bersama-sama, bukan hanya TNI-Polri, tetapi semua komponen masyarakat, perlu kolaborasi, kerja sama termasuk media," pungkasnya.