Seriau,- Prof DSc (HC) Ir Mohammed Ali Berawi M Eng Sc PhD, resmi melantik Prof Dr Jimmi Copriady MSi, secara resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Wilayah Riau periode 2025-2030, Rabu (25/6) di Balai Serindit Gedung Daerah Riau.
Mohammed Ali Berawi mengatakan jumlah dosen saat ini berjumlah 300 ribu orang yang tersebar di 4.400 perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, baru 25 persen bergelar doktor. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia salah satu berada ditangan dosen.
Tantangan ke depan bagi para dosen khusus nya kampus adalah mendukung program pemeritah dalam menciptakan alumni yang tidak hanya bagus dari sisi ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mempunyai skill yang bisa berguna bagi mereka ditengah masyarakat.
" Saya berharap kepada pengurus ADI Wilayah Riau bisa menjalankan program kerja dengan baik, Dosen tidak hanya menyampaikan kritik, tapi juga bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah," katanya dihadapan pengurus ADI Wilayah Riau.
Dirinya juga berpesan kepada para Dosen kalau mereka tidak hanya bisa memberi kritik dari berbagai program pemerintah, tapi juga bisa menjalin kerjasama.
"Jadilah pengkritik yang positif, yang mampu memberikan solusi dari kritik yang diberikan. Semoga ADI Wilayah Riau bisa aktif dalam menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan pemerintah," katanya.
Sementara itu, Prof Jimmi mengatakan ADI Wilayah Riau siap mensukseskan program bidang pendidikan yang dibuat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, khususnya program menciptakan satu sarjana satu rumah.
" Ini menjadi tugas kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mensukseskan program pak gubernur menuju Riau bermarwah, Program satu rumah satu sarjana yang merupakan program gubernur harus kita sukseskan," kata Jimmi usai pelantikan, Kamis (25/6).
Jimmi mengatakan bahwa ADI sebagai wadah perkumpulan para dosen, dari berbagai kampus, tentu harus memiliki kesamaan visi dan misi dalam mensukseskan program Pemerintah khusus Pemerintah Provinsi Riau, berbagai masukan bisa diberikan kepada Gubernur, Wakil Gubernur atau lainnya dalam mensukseskan program bidang pendidikan yang telah dibuat.
" Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh menyampaikan kritik dan saran, jika ada dijumpai kegiatan dari program pendidikan yang dibuat oleh Pemerintah, tentu kita juga dituntut untuk bisa memperbaikinya, yakni dengan memberikan masukan positif tentunya," kata Jimmi.
Dekan FKIP Unri ini juga menyampaikan terimkasih kepada berbagai pihak yang telah ikut mensukseskan agenda pelantikan kepengurusan ADI Wilayah Riau, sehingga bisa berlangsung dengan lancar dan sukses.
" Terimakasih atas luangan waktu yang diberikan para panitia, ditengah kesibukan mengajar, bersedia untuk mengikuti rapat dalam mensukseskan agenda kita pada malam ini," katanya
Jimmi berharap kepada pengurus ADI bisa kompak dalam melaksanakan berbagai program kerja yang dibuat, sehingga pada akhirnya ADI Wilayah Riau bisa memberi kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Riau khusus nya dan Indonesia pada umumnya.
" Tanpa adanya kekompakan, akan sangat sulit bagi kita untuk bisa melaksanakan program kerja dengan baik, karena itu meski berasal dari berbagai kampus di Riau, kita adalah para pendidik mudah berbaur dalam berbagai kondisi, jaga ke kompakan dan mari kita sukseskan program bidang Pendidikan Pemprov Riau," katanya (zal)